Detik.com News
Detik.com
Selasa, 06/08/2013 02:56 WIB

Pembunuhan Sadis di Bandung

Diseret dengan Motor, Baju dan Celana Sisca Yofie Robek

Baban Gandapurnama - detikNews
Diseret dengan Motor, Baju dan Celana Sisca Yofie Robek Petugas menunjukkan baju robek milik Sisca (Foto: Baban G)
Bandung, - Sisca Yofie (30) tewas dibunuh dengan sadis oleh 2 pria. Sisca mulanya diseret menggunakan motor sebelum akhirnya dibacok di kepala.

"Baju dan celana korban robek. Pelaku sambil naik sepeda motor menyeret korban. Korban sempat bernafas saat ditolong warga, namun meninggal dunia sewaktu perjalanan ke rumah sakit," tutur Kapolsek Sukajadi AKP Suminem di RS Hasan Sadikin, Bandung, Senin (30/8/2013) malam.

Petugas kamar mayat juga memperlihatkan baju hitam merk Mississippi berukuran M yang robek di bagian depan. Begitu juga celana panjang hitam berbahan katun yang robek di bagian depan.

Kedua pria yang menyeret korban diketahui menggunakan motor Suzuki Satria. Sepenglihatannya korban diseret sepanjang 50 meter. Jarak antara lokasi ditemukannya Sisca dengan kos yang dihuninya sekitar 500 meter.

"Posisinya sebelah kiri motor. Rambutnya dijambak sama yang dibonceng dan motornya ngebut," kata saksi mata bernama Reza saat ditemui terpisah.

Jalan yang dilintasi pelaku yakni Jalan Cipedes Tengah, RT 7 RW 1, Kecamatan Sukajadi, merupakan jalan beton dengan sejumlah bagian berlubang.

Polisi masih memburu 2 pelaku pembunuhan sadis terhadap Sisca Yofie di Sukajadi, Bandung, Jawa Barat. Sejumlah saksi mata di periksa

"Belum diketahui motifnya, kami masih menyelidiki kasus ini," kata Suminem.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fdn/dni)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%