detikcom

Selasa, 06/08/2013 01:47 WIB

Pembunuhan Sadis di Bandung

Pembunuh Sadis Sisca Yofie Gunakan Helm Full Face

Baban Gandapurnama - detikNews
Sisca Yofie (foto: istimewa)
Bandung, - Dua pelaku pembunuhan sadis menggunakan helm Full Face ketika menyeret Sisca Yofie (30) di Jalan Cipedes Tengah, Bandung. Sisca diseret di jalan berlubang sebelum akhirnya dibacok di bagian kepala.

"Saya lihat dua pelaku itu pakai helm full face. Cuma warnanya saya enggak ingat. Dua pelaku itu pakai jaket warna gelap," ujar Reza saat ditemui, Senin (5/8/2013) malam.

Reza mengaku sempat melihat pelaku menjambak rambut Sisca dan menyeretnya menggunakan sepeda motor dengan kecepatan tinggi.

"Pelaku yang menyeret berperawakan kecil. Kalau yang pelaku mengendarai motor itu perawakannya tinggi besar," tutur Reza.

Sisca diketahui bekerja di perusahaan finance di Bandung, Jawa Barat. Saat terseret, korban menjerit minta pertolongan.

Menurut saksi mata, korban diseret sepanjang 50 meter. Lokasi ditemukannya Sisca sedang sepi dari lalu lalang warga.

"Saat ditemui di lokasi terakhir, korban dalam kondisi sekarat," tutur Reza.

Kapolsek Sukajadi, AKP Suminem mengatakan korban mengalami 3 luka bacokan di bagian kepala.

"Korban sempat bernafas saat ditolong warga, namun meninggal dunia sewaktu perjalanan ke rumah sakit," ujar Suminem saat ditemui di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Polisi masih menyelidiki kasus pembunuhan ini dengan meminta keterangan sejumlah saksi.

Siapa sangka, ada profesi sebagai pencicip minuman keras oplosan. Saksikan "Reportase Sore" TRANS TV tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(dni/fdn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
59%
Kontra
41%