Detik.com News
Detik.com
Selasa, 06/08/2013 01:16 WIB

Pembunuhan Sadis di Bandung

Rambut Dijambak, Sisca Terseret di Jalan Berlubang

Baban Gandapurnama - detikNews
Rambut Dijambak, Sisca Terseret di Jalan Berlubang Lokasi ditemukannya Sisca Yofie (Foto: Baban G/detikcom)
Bandung, - Sisca Yofie (30) dibunuh dengan cara sadis oleh dua pria. Sisca diseret di jalan berlubang sebelum akhirnya dibacok di bagian kepala.

"Posisinya sebelah kiri motor. Rambutnya dijambak sama yang dibonceng dan motornya ngebut," kata saksi mata bernama Reza saat ditemui, Senin (5/8/2013) malam.

Kedua pria yang menyeret korban diketahui menggunakan motor Suzuki Satria. Sepenglihatannya korban diseret sepanjang 50 meter.

Jalan yang dilintasi pelaku yakni Jalan Cipedes Tengah, RT 7 RW 1, Kecamatan Sukajadi, merupakan jalan beton dengan sejumlah bagian berlubang.

"Saya lihat itu yang diseret-seret kirain boneka," ujar Reza. Beberapa saat kemudian Reza menghampiri lokasi dan menemukan Sisca dalam kondisi sekarat.

Kapolsek Sukajadi, AKP Suminem mengatakan korban mengalami 3 luka bacokan di bagian kepala.

"Korban sempat bernafas saat ditolong warga, namun meninggal dunia sewaktu perjalanan ke rumah sakit," ujar Suminem saat ditemui di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.




Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fdn/dni)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%