Detik.com News
Detik.com
Selasa, 06/08/2013 01:00 WIB

Pembunuhan Sadis di Bandung

Polisi: Ada 3 Luka Bacok di Kepala Sisca Yofie

Baban Gandapurnama - detikNews
Polisi: Ada 3 Luka Bacok di Kepala Sisca Yofie Sisca Yofie (foto: istimewa)
Bandung, - Sisca Yofie (30), wanita berparas cantik yang tewas diketahui mengalami luka bacok 3 kali di kepala. Sebelum dibacok, dua pria menyeret Sisca menggunakan motor.

"Ada 3 luka bacok. Satu di depan dan dua lagi di kepala bagian belakang," ujar Kapolsek Sukajadi AKP Suminem kepada wartawan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Senin (5/8/2013) malam.

Hingga saat ini motif pelaku penganiayaan tersebut masih belum diketahui. Polisi hanya memastikan Sisca menjadi korban penganiayaan.

Dari informasi yang dikumpulkan polisi, pelaku menggunakan sepeda motor Suzuki Satria. Salah satu pelaku yang membonceng menyeret tubuh korban hingga ke lokasi kejadian di Jalan Cipedes Tengah, RT 7 RW 1, Kecamatan Sukajadi.

Polisi menyelidiki kasus pembunuhan sadis ini dengan meminta keterangan sejumlah saksi. "Saksi menyebut pelaku menggunakan motor Satria R," kata Suminem.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 18.30 WIB, Senin (5/8). Sejumlah warga mengaku melihat Sisca terseret sebelum akhirnya ditemukan bersimbah darah.

"Korban sempat bernafas saat ditolong warga, namun meninggal dunia sewaktu perjalanan ke rumah sakit," tutur Suminem.

Ciri-ciri korban berhidung mancung dan berkulit sawo matang. Tidak ada tanda-tanda khusus di tubuhnya. Bagian kedua kaki hingga dada terdapat lebam serta lecet akibat bekas gusuran di jalan berlapis beton.
Jasad wanita berambut sebahu dan wajahnya berbentuk oval itu sudah berada di kamar mayat RSHS Bandung.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(dni/fdn)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%