Detik.com News
Detik.com
Senin, 05/08/2013 03:02 WIB

Ketika Bom Meledak, Acara Kebaktian di Dalam Vihara Terus Berjalan

Ahmad Toriq - detikNews
Ketika Bom Meledak, Acara Kebaktian di Dalam Vihara Terus Berjalan
Jakarta - Bom berdaya ledak rendah meledak di vihara Ekayana, Kebon Jeruk, Jakbar. Namun ledakan bom ini tidak mengganggu acara kebaktian yang tengah berlangsung.

Ledakan berasal dari bom pertama yang diletakkan di dekat pintu masuk utama. Bom tersebut diletakkan di dekat kaca.

"Saat ledakan terjadi, acara kebaktian di dalam terus berjalan. Tidak ada yang kaget," kata Ponijan Liaw salah seorang saksi, ketika ditemui di lokasi, Senin (5/8/2013).

Polisi memang menyatakan ledakan tersebut berdaya ledak rendah. Tak lama setelah bom pertama meledak, bom kedua yang berada di halaman vihara juga bereaksi. Namun bom kedua ini gagal meledak dan hanya mengeluarkan asap.

"Ada 300 orang yang saat itu berada di dalam acara kebaktian di vihara. Saat ada ledakan biksu terus ceramah," kata Ponijan.

Para peserta kebaktian baru menyadari adanya bom setelah dikabari ada satu orang terluka terkena serpihan kaca. "Korban yang terkena serpihan itu, ga biasa ikut kebaktian di sini. Dia sedang mau ke toilet," ujar Ponijan.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fjp/fjp)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%