Senin, 05/08/2013 02:49 WIB

Bom Kedua Diletakkan di Belakang Patung Budha Maitreya di Vihara Ekayana

Ahmad Toriq - detikNews
Jakarta - Bom meledak di Vihara Ekayana, Kebon Jeruk, Jakarta. Bom kedua diletakkan di belakang patung Budha Maitreya yang ada di dalam komplek vihara tersebut.

"Bom yang kedua diletakkan di belakang Patung Budha Maitreya," kata Ponijan Liaw, salah seorang saksi, ketika ditemui di lokasi, Senin (5/8/2013) dinihari.

Patung setinggi satu meter dan lebar setengah meter itu berada di halaman vihara. Bom kedua gagal meledak dan hanya menghasilkan asap. Saat bom ini mengeluarkan asap, peserta kebaktian yang berada di dalam vihara, tidak terpengaruh.

Sedangkan bom pertama diletakkan di pintu utama sebelah luar. Peledak ditaruh di dekat kaca. Bom meledak dengan kekuatan rendah dan membuat satu orang warga mendapatkan luka ringan.

"Bom pertama ini yang meledak," kata Ponijan yang merupakan mantan pengurus di vihara tersebut.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fjp/fjp)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%