Detik.com News
Detik.com
Senin, 05/08/2013 02:49 WIB

Bom Kedua Diletakkan di Belakang Patung Budha Maitreya di Vihara Ekayana

Ahmad Toriq - detikNews
Bom Kedua Diletakkan di Belakang Patung Budha Maitreya di Vihara Ekayana
Jakarta - Bom meledak di Vihara Ekayana, Kebon Jeruk, Jakarta. Bom kedua diletakkan di belakang patung Budha Maitreya yang ada di dalam komplek vihara tersebut.

"Bom yang kedua diletakkan di belakang Patung Budha Maitreya," kata Ponijan Liaw, salah seorang saksi, ketika ditemui di lokasi, Senin (5/8/2013) dinihari.

Patung setinggi satu meter dan lebar setengah meter itu berada di halaman vihara. Bom kedua gagal meledak dan hanya menghasilkan asap. Saat bom ini mengeluarkan asap, peserta kebaktian yang berada di dalam vihara, tidak terpengaruh.

Sedangkan bom pertama diletakkan di pintu utama sebelah luar. Peledak ditaruh di dekat kaca. Bom meledak dengan kekuatan rendah dan membuat satu orang warga mendapatkan luka ringan.

"Bom pertama ini yang meledak," kata Ponijan yang merupakan mantan pengurus di vihara tersebut.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fjp/fjp)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%