detikcom
Sabtu, 03/08/2013 16:40 WIB

NU-Muhammadiyah Kemungkinan Lebaran Bareng

Rivki - detikNews
Jakarta - Ketua Umum PBNU Said Aqil Sirdaj, menjelaskan, kalau sampai saat ini PBNU belum menentukan kepastian perayaan tanggal hari lebaran. Tetapi dia mengatakan Idul Fitri tahun ini kemungkinan akan dirayakan berbarengan dengan Muhammadiyah.

"Kalau berbarengan (dengan Muhammadiyah) kemungkinan ada, tapi kita belum bisa memastikan," kata Said di Kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta, Sabtu (3/8/2013).

Said mengatakan, pihaknya baru bisa memastikan kapan 1 Syawal akan jatuh pada tanggal 7 Agustus nanti. Bagi PBNU, 1 Sywal akan ditentukan usai melihat bulan dengan mata langsung. Muhammadiyah sudah menetapkan lebaran pada 8 Agustus.

"Bagi NU Hilal tidak bisa ditentukan tanpa melihat mata langsung, memang hilal sudah terlihat sebanyak 3 persen. Tapi tetap harus dilihat langsung," jelasnya.

NU juga sudah mengerahkan seluruh ulama di seluruh Indonesia untuk melihat hilal.

"Kita sudah tugaskan petugas untuk melihat bulan di beberapa daerah di Bawen, di Jawa Timur, di Jawa Barat, di Jakarta," pungkasnya.



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(rvk/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%