detikcom
Sabtu, 03/08/2013 10:38 WIB

Wamenhub: Titik-titik Kemacetan di Pantura Masih Klasik

Dhani Irawan - detikNews
Jakarta - Pada H-5 lebaran, volume kendaraan di Pantai Utara (Pantura) beranjak naik. Wamenhub Bambang Susantono berpendapat selama belum ada tol Cikampek-Palimanan maka masalah kemacetan di Pantura masih klasik.

"Titik-titik kemacetan masih klasik seperti di Simpang Jomin dan beberapa pasar tumpah. Sebelum tol Cikampek Palimanan jadi ya masalah macet masih klasik," kata Wamenhub saat memantau arus mudik di Pantura lewat jalur udara, di Penggung, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (3/8/2013).

Ia memperkirakan kemacetan bertambah parah siang dan sore hari ini. Pemudik yang menggunakan motor juga diperkirakan mencapai 3 juta.

"Seringkali seperti exit tol Cikopo, kapasitas kendaraan yang keluar bisa 2-3 kali lipat," ujar dia.

Bambang mengimbau agar putaran balik tidak dibuka. "Kita wanti-wanti juga putaran turn tidak dibuka. Soalnya tahun kemarin, warga lokal suka membuka dan bisa bikin penuh," kata Bambang.

"Nanti siang kita cek lagi karena kita juga pakai traffic counting di Ciasem untuk memantau kendaraan yang melintas per jam," lanjut Bambang yang mengenakan baju dinas warna biru.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(aan/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
63%
Kontra
37%