Detik.com News
Detik.com
Kamis, 01/08/2013 19:20 WIB

Dipukul Pengemudi Mobil Mewah, Penjaga Busway: Kita Pasrah, Orang Kecil

Salmah Muslimah - detikNews
Dipukul Pengemudi Mobil Mewah, Penjaga Busway: Kita Pasrah, Orang Kecil foto: Feri
Jakarta - Feri (28) dipukul pengemudi mobil Toyota Land Cruiser bernopol B 85 RKM. Awal mulanya Feri menghadang mobil yang menerobos palang busway di lajur dekat Halte Pejaten Philips. Namun meski kena bogem, Feri mengaku tak akan mengadu ke polisi.

"Ya nggak lah, kita orang kecil dia orang ada. Kita pasrah aja," kata Feri kepada detikcom, Kamis (1/8/2013).

Peristiwa pemukulan itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Feri menuturkan, saat mobil memaksa melintas dia sudah menghadang mobil itu. Namun dia sempat ditabrak, hingga akhirnya dia menggebrak kap mobil.

"Pengemudinya langsung keluar dan memukul saya. Teman-teman langsung misahin, ya kita juga nggak balas mukul. Teman orang itu juga marah-marah," jelas Feri.

Dia berharap, pengemudi mobil itu sadar. Feri hanya petugas yang menjalankan tanggung jawab. "Semoga orang itu bisa ambil hikmahnya, saya ikhlasin aja dipukul," tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan belum diketahui identitas dari pemilik mobil tersebut. Setelah pemukulan itu, mobil langsung meluncur keluar jalur TransJ.


(slm/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%