detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 04:10 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 01/08/2013 09:45 WIB

Pilkada Jatim

Lolosnya Khofifah Mengubah Peta Pertarungan Pilgub Jatim

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
foto: Ari Saputra/detikfoto
Jakarta - KPU akhirnya menetapkan pasangan Khofifah-Herman sebagai peserta baru Pilgub Jatim 2013. Kehadiran pasangan nomor urut 4 ini diyakini mengubah peta pertarungan Pilgub Jatim.

"Pastinya kehadiran Khofifah mengubah peta. Khofifah cenderung diuntungkan karena terkesan dizalimi dan itu dibuktikan dengan keputusan DKPP," kata pengamat politik dari UIN Jakarta, Gun Gun Heryanto, kepada deikcom, Kamis (1/8/2013).

Menurut Gun, Khofifah pasti akan memainkan isu tersebut ke basis pemilihnya. Isu menjadi korban penzoliman selama ini efektif untuk mendongkrak elektabilitas calon.

"Isu penzoliman dan penjegalan yang dimenangkan Khofifah dengan putusan DKPP itu tentu akan dikapitalisasi kubu khofifah. Itu akan dijadikan treatment di basis pemilih bahwa dia sosok yang terzalimi," katanya.

Khofifah yang didukung PKB juga punya basis massa kuat di kalangan warga NU. Dukungan PKB dan tokoh NU selama sidang DKPP akan membawa tokoh-tokoh NU ke Khofifah.

"PKB all out di belakang pasangan Khofifah. Khofifah punya basis kuat di NU termasuk kehadiran Gus Sholah dan orang-orang yang memahami Khofifah dijegal ini semakin memudahkan silaturahim untuk menyolidkan dukungan ke khofifah," ujarnya menganalisis.

Namun pasangan incumbent yakni Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) yang saat ini di atas kertas unggul dengan 66% dukungan parpol. Namun di Pilgub bukan dukungan parpol saja yang menentukan.

"Bisa terjadi seperti Fauzi Bowo yang selalu unggul di survei tiba-tiba kalah dari Joko Widodo di Pilgub DKI kemarin," tandasnya.


Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(van/try)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close