Detik.com News
Detik.com
Kamis, 01/08/2013 09:45 WIB

Pilkada Jatim

Lolosnya Khofifah Mengubah Peta Pertarungan Pilgub Jatim

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Lolosnya Khofifah Mengubah Peta Pertarungan Pilgub Jatim foto: Ari Saputra/detikfoto
Jakarta - KPU akhirnya menetapkan pasangan Khofifah-Herman sebagai peserta baru Pilgub Jatim 2013. Kehadiran pasangan nomor urut 4 ini diyakini mengubah peta pertarungan Pilgub Jatim.

"Pastinya kehadiran Khofifah mengubah peta. Khofifah cenderung diuntungkan karena terkesan dizalimi dan itu dibuktikan dengan keputusan DKPP," kata pengamat politik dari UIN Jakarta, Gun Gun Heryanto, kepada deikcom, Kamis (1/8/2013).

Menurut Gun, Khofifah pasti akan memainkan isu tersebut ke basis pemilihnya. Isu menjadi korban penzoliman selama ini efektif untuk mendongkrak elektabilitas calon.

"Isu penzoliman dan penjegalan yang dimenangkan Khofifah dengan putusan DKPP itu tentu akan dikapitalisasi kubu khofifah. Itu akan dijadikan treatment di basis pemilih bahwa dia sosok yang terzalimi," katanya.

Khofifah yang didukung PKB juga punya basis massa kuat di kalangan warga NU. Dukungan PKB dan tokoh NU selama sidang DKPP akan membawa tokoh-tokoh NU ke Khofifah.

"PKB all out di belakang pasangan Khofifah. Khofifah punya basis kuat di NU termasuk kehadiran Gus Sholah dan orang-orang yang memahami Khofifah dijegal ini semakin memudahkan silaturahim untuk menyolidkan dukungan ke khofifah," ujarnya menganalisis.

Namun pasangan incumbent yakni Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) yang saat ini di atas kertas unggul dengan 66% dukungan parpol. Namun di Pilgub bukan dukungan parpol saja yang menentukan.

"Bisa terjadi seperti Fauzi Bowo yang selalu unggul di survei tiba-tiba kalah dari Joko Widodo di Pilgub DKI kemarin," tandasnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(van/try)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%