Selasa, 30/07/2013 11:21 WIB

Ini Video Ahok Temui Pendemo: Soal Menyinggung H Lulung

Nograhany Widhi K - detikNews
Halaman 1 dari 3
(Courtesy Youtube Pemprov DKI)
Jakarta - Kemarin Wakil Gubernur Basuki T Purnama (Ahok) menemui pendemo yang mengatasnamakan PKL Tanah Abang. Pendemo keberatan karena ada pernyataan Ahok yang dinilai menyinggung Wakil Ketua DPRD Abraham Lunggana alias Haji Lulung.

Video ini diunggah Pemprov DKI pada 29 Juli 2013 malam. Ada sekitar 5 perwakilan pendemo yang menemui Ahok. Saat itu Ahok didampingi 3 jajaran dan 2 ajudannya.

Pertemuan ini berjalan sangat interaktif bahkan dibilang seru. Terkadang di tengah-tengah pendemo menyampaikan aspirasi, Ahok menyela untuk meluruskan.

Pendemo pertama yang berkumis dan berambut cepak membuka obrolan.

"Kedatangan kami mau silaturahmi, kalau nggak dengan cara gini Bapak nggak nemuin kite. Persoalannya, kita mempertanyakan soal ketersinggungan kita anak Betawi untuk cari duduk perkaranya di mana, soalnya koran ini kan antara Pak Wagub dan Haji Lulung," jelas pria berkemeja putih lengan panjang garis-garis.

"Kita semua anak Betawi yang cinta Haji Lulung Pak. Kita dibesarkan ama Haji Lulung. Dan Haji Lulung banyak karyanya. Saya nggak ada persoalan dengan PKL. Kalau PKL saya dari awal bila melanggar badan jalan memang kagak ada toleransi, kita setuju itu," imbuh pria itu.

Ahok pun memotong. "Saya mau tanya, saya menyinggung Haji Lulung itu singgung apa? Kan ada wartawan bilang, apakah ada anggota DPRD yang terlibat di Tanah Abang. Saya bilang, harusnya anggota DPRD itu tidak mungkin terlibat karena dia mengerti Perda," tukas Ahok.Next

Halaman 1 2 3

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nwk/asy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
42%
Kontra
58%