Detik.com News
Detik.com

Senin, 29/07/2013 17:02 WIB

Polisi: Pelaku Diduga Sudah Merencanakan Penembakan Aipda Patah

E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Kepolisian masih memburu pelaku penembakan terhadap Aipda Patah Satiyono (53), di Jalan Cirendeu Raya, Ciputat. Diduga kuat, pelaku sudah merencanakan aksi penembakan itu.

"Kalau dilihat dari peristiwanya, sepertinya pelaku memang sudah merencanakan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada detikcom, Senin (29/7/2013).

Rikwanto mengatakan, pelaku sudah mengetahui siapa yang menjadi targetnya. Bahkan, saat mengendarai motornya menuju ke kantornya, Aipda Patah mengenakan helm bertanda khusus anggota.

"Itu helmnya kan tulisan POLISI besar dan kelihatan kalau kena lampu, berarti pelaku memang sudah tahu kalau korban adalah polisi," jelas Rikwanto.

Polisi sudah memeriksa sejumlah saksi terkait peristiwa penembakan Aipda Patah ini. Namun, sejauh ini polisi belum menemukan titik terang mengenai sosok pelakunya.

Peristiwa penembakan terhadap anggota Polantas Gambir ini terjadi di Jalan Cirendeu Raya, Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (27/7/2013). Korban ditembak oleh pelaku saat hendak berangkat dinas dari rumahnya di Bojong Gede, Depok, pukul 04.30 WIB.

Korban ditembak dari belakang. Tembakan pelaku mengenai punggung korban dan tembus hingga ke dada kirinya.

"Proyektilnya belum ditemukan," pungkas Rikwanto.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mei/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%