Senin, 29/07/2013 12:56 WIB

Perkosa dan Bunuh Calon Mahasiswi, 2 Pemuda di Makassar Ditangkap

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Makassar - Jajaran Polda Sulawesi Selatan dan Barat menangkap Sangkala alias Egi (27) dan M Irfan, dua pelaku pembunuhan yang disertai pemerkosaan calon mahasiswi, DM (18). Pelaku terancam hukuman paling lama 15 tahun.

Sangkala dan Irfan ditangkap, Minggu (28/7) kemarin. Sedangkan, pemerkosaan dan pembunuhan terjadi sepekan silam di kediaman orangtua Sangkala, kompleks PDAM Gowa, Desa Jennetallasa, Kec. Pallangga, Kab. Gowa, Sulawesi Selatan.

Jenazah korban ditemukan warga di semak-semak samping Stadion Kalegowa, Jalan poros Gowa-Takalar. Dari hasil autopsi Forensik Polda Sulselbar, ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan seksual, beberapa luka, dan bekas cekikan di leher korban.

"Pelaku ditangkap dari hasil penyelidikan penemuan mayat pekan lalu. Korban diduga sebelum dibunuh juga diperkosa pelaku yang bekerja sebagai buruh bangunan ini. Pelaku dikenai Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara," ujar Kabid Humas Polda
Sulselbar, Kombes Endi Sutendi saat dihubungi detikcom, Senin (29/7).

Dari informasi yang dihimpun detikcom, Sangkala diduga berpacaran dengan korban yang baru dikenalnya sejak awal Juli lalu. Sehari sebelum jasad korban ditemukan, Sangkala menjemput korban dengan sepeda motor di rumah kerabatnya, di Jalan Poros Malino, Gowa.

Dari hasil pemeriksaan ponsel pelaku ditemukan SMS mesra yang dikirimkan ke nomor korban, dari awal Juli hingga hari terakhir sebelum kejadian. Selain Sangkala, kawannya yang bernama Irfan juga sempat menyetubuhi korban yang dalam kondisi sekarat setelah disiksa oleh Sangkala.

Korban berasal dari Jawa Timur dan menumpang tinggal sementara di rumah keluarganya untuk menanti masa pendaftaran ulang sebagai calon mahasiswa baru di Makassar. Jenazah gadis malang ini sudah dijemput orangtuanya untuk dimakamkan beberapa hari yang lalu.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(mna/try)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%