Detik.com News
Detik.com

Senin, 29/07/2013 12:06 WIB

Pelaku Penembakan di Ciputat Tahu Korban adalah Polisi

Rini Friastuti - detikNews
Jakarta - Kepolisian saat ini tengah menyelidiki kasus penembakan yang dialami oleh Aipda Patah pada Sabtu (27/7) lalu. Berdasar hasil penyelidikan, diduga pelaku telah mengetahui bahwa korban adalah seorang kepolisian.

"Pelaku tahu betul pelaku ini polisi, karena pakai naik motor pakai helm dan koas dinas ada tulisan POLISI. Penembakannya dari dekat, sepertinya pelaku sudah merencanakan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada detikcom, Senin (29/7/2013).
Di dalam kesempatan di Mapolres Jaksel, Jl Wijaya, Jaksel, dikatakannya saat ini polisi sedang mengembangkan keterangan lima orang saksi sembari menanti pulihnya kondisi Aipda Patah yang masih dirawat di Rumah Sakit Polri Soekamto, Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Kondisi (korban) nya memang semakin baik. Nanti ditanya korban apakah ada hubungan keluarganya atau pekerjaan dia yang pernah clash," jelas Rikwanto.

Peristiwa penembakan terhadap Aipda Patah terjadi di Jalan Cirendeu Raya, Ciputat, Tangerang Selatan. Pada Sabtu (27/7) pukul 04.30 WIB korban ditembaki oleh 2 orang pria bermotor.

Pelaku penembakan adalah seorang pengendara sepeda motor yang menggunakan jaket dan helm berwarna gelap. Sementara korban ditembak di punggung hingga tembus ke dada kiri.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(rni/lh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 30/04/2015 21:33 WIB
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes Eksekusi mati terhadap dua tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi memang bukan yang pertama kali terjadi. Namun Kepala BNP2TKI Nusron Wahid justru menilai sia-sia protes terhadap pemerintah Arab Saudi terkait notifikasi eksekusi mati. Menurut dia, yang seharusnya diubah adalah aturan di Indonesia.
ProKontra Index »

Atasi Prostitusi, Tiru Swedia yang Hukum Pembeli Jasa dan Germo PSK!

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan RI harus belajar dari Swedia untuk mengatasi prostitusi. Swedia melegalkan PSK namun mengkriminalkan mereka yang membeli jasa PSK dan germo yang menjual PSK. Bila Anda setuju usulan Mensos Khofifah, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%