Detik.com News
Detik.com

Sabtu, 27/07/2013 12:47 WIB

KPK Tangkap Advokat

Kuasa Hukum : Mario Bukan Menyuap Pegawai MA, Tapi Bagi-bagi THR

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Kuasa Hukum : Mario Bukan Menyuap Pegawai MA, Tapi Bagi-bagi THR Mario Bernardo (ist)
Jakarta - KPK menetapkan Mario C Bernardo sebagai tersangka dugaan pemberian suap terhadap pegawai MA, Djodi Supratman. Kuasa hukum Mario, Tommy Sihotang berkeyakinan uang yang diberikan kepada Djodi bukan suap, tapi THR.

"Mario ini bagi-bagi THR, orang baik dia ini. Janganlah kita berprasangka dia lakukan suap," ujar Tommy Sihotang di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (27/7/2013).

Tommy beralasan bahwa kliennya tidak sedang menangani kasus di MA. Djodi juga hanya seorang pegawai rendahan, yakni staf di Diklat MA. Sehingga dia tidak punya kapasitas untuk mengurus kasus yang tengah bergulir di MA.

"Kalau beneran mau nyuap hakim agung masak cuma 78 juta. Kalau dibagi tiga berarti satu hakim dapat Rp 20 an juta. Itu buat makan siang saja nggak cukup," tegas Tommy.

Kuasa hukum Mario itu menyayangkan KPK yang langsung membawa kasus kliennya ke ranah hukum. Menurutnya, kasus Mario adalah kasus pelanggaran kode etik advokat.

Mario dan Djodi terjaring dalam operasi tangkap tangan KPK. Dalam penangakapan itu, penyidik mengamankan uang Rp 78 juta dan Rp 50 juta. Uang itu diduga sebagai uang suap untuk pengurusan kasus penipuan dengan terdakwa Hutomo Wijaya Onggowarsito (HWO) yang tengah bergulir pada tingkat kasasi di MA.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(kha/asp)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
91%
Kontra
9%