detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 11:22 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 26/07/2013 17:51 WIB

Kemenhub Sterilkan Jalur Nagreg-Malangbong-Gentong

Salmah Muslimah - detikNews
Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus melakukan perbaikan dan sterilisasi di jalur Nagreg-Malangbong-Gentong, Jawa Barat. Pasar tumpah, dokar yang lalu lalang hingga rambu-rambu jalan telah diatasi dan dilakukan perbaikan untuk melancarkan arus mudik.

"Nagreg sudah lolos, lancar. Justru masalahnya ada di simpangan ada siku-siku di pasar pasti akan ramai, tapi dari Garut mengatakan akan mengatasi," ujar Menteri Perhubungan EE Mangindaan saat melakukan peninjauan jalan di Nagreg, Garut, Jawa Barat, Jumat (26/7/2013).

Pihak pemerintah daerah setempat memastikan tidak ada lagi hambatan-hambatan saat pemudik melintasi jalur Nagreg. Hambatan-hambatan seperti dokar yang sering melintas telah dihilangkan. "Dengan demikian orang yang mau mudik bisa lancar," ujar Mangindaan.

Jalur yang melewati Malangbong juga telah disterilkan dari pasar tumpah yang seringkali memacetkan jalan. Kemenhub akan melakukan uji coba jalur Lingkar Gentong.

"Kami juga pasangi rambu-rambu agar pengguna jalan jangan sampai celaka," terangnya.

Jalur di wilayah itu akan dibuat satu arah dan dibuat jalur baru dari Taksimalaya menuju Nagreg dan jalur lama tetap beroperasi yaitu dari Gentong-Nagreg-Tasikmalaya.

"Insya Allah bisa lancar dan tidak ada kecelakaan," ujarnya.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(fiq/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%