detikcom
Jumat, 26/07/2013 17:51 WIB

Kemenhub Sterilkan Jalur Nagreg-Malangbong-Gentong

Salmah Muslimah - detikNews
Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus melakukan perbaikan dan sterilisasi di jalur Nagreg-Malangbong-Gentong, Jawa Barat. Pasar tumpah, dokar yang lalu lalang hingga rambu-rambu jalan telah diatasi dan dilakukan perbaikan untuk melancarkan arus mudik.

"Nagreg sudah lolos, lancar. Justru masalahnya ada di simpangan ada siku-siku di pasar pasti akan ramai, tapi dari Garut mengatakan akan mengatasi," ujar Menteri Perhubungan EE Mangindaan saat melakukan peninjauan jalan di Nagreg, Garut, Jawa Barat, Jumat (26/7/2013).

Pihak pemerintah daerah setempat memastikan tidak ada lagi hambatan-hambatan saat pemudik melintasi jalur Nagreg. Hambatan-hambatan seperti dokar yang sering melintas telah dihilangkan. "Dengan demikian orang yang mau mudik bisa lancar," ujar Mangindaan.

Jalur yang melewati Malangbong juga telah disterilkan dari pasar tumpah yang seringkali memacetkan jalan. Kemenhub akan melakukan uji coba jalur Lingkar Gentong.

"Kami juga pasangi rambu-rambu agar pengguna jalan jangan sampai celaka," terangnya.

Jalur di wilayah itu akan dibuat satu arah dan dibuat jalur baru dari Taksimalaya menuju Nagreg dan jalur lama tetap beroperasi yaitu dari Gentong-Nagreg-Tasikmalaya.

"Insya Allah bisa lancar dan tidak ada kecelakaan," ujarnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fiq/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
65%
Kontra
35%