detikcom
Jumat, 26/07/2013 09:03 WIB

Kecelakaan Beruntun 4 Mobil di KM 23 Tol JORR, Lalu Lintas Tersendat

Rini Friastuti - detikNews
Jakarta - Kecelakaan beruntun terjadi di KM 23+800 Tol JORR arah Kampung Rambutan ke Pondok Indah. Kecelakaan yang melibatkan 4 mobil ini sempat menyebabkan arus lalu lintas di Tol tersebut tersendat.

"Memang benar terjadi kecelakaan beruntun atas 4 mobil di Tol JORR pada pukul 07.03 WIB pagi ini," ujar petugas Jasa Marga, Ani, saat dihubungi detikcom, Jumat (26/7/2013).

Kecelakaan ini menurut Ani, melibatkan 4 kendaraan roda empat diantaranya Honda Civic B 1058 SA, Toyota Vios B 8192 UM, Honda CRV B 1377 UJC dan Daihatsu Luxio B 1860 SZH. Akan tetapi kecelakaan tersebut segera ditangani petugas Jasa Marga sehingga dengan sigap langsung ditangani.

"Pukul 07.23 WIB evakuasi kendaraan yang kecelakaan sudah selesai, dan sekarang sudah dibawa ke kantor Polisi yang berada di daerah Fatmawati untuk penanganan selanjutnya," tutur Ani.

Beruntung tidak ada korban jiwa dari kecelakaan yang terjadi pada saat arus kendaraan sedang sibuk tersebut. "Dari informasi sementara tidak ada korban jiwa," jelasnya.

Hingga saat ini arus lalu lintas di Tol JORR tersebut masih terpantau padat. Selain karena imbas kecelakaan pada pagi itu, juga karena di jalur tersebut memang merupakan salah satu titik macet di daerah Jakarta.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(rni/trq)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Cegah Titipan Proyek, Ahok Minta Rapat dengan DPRD Direkam ke Youtube

PPATK mengungkapkan salah satu modus korupsi di kalangan penyelenggara negara adalah oknum DPRD yang menitipkan proyek-proyek saat pembahasan anggaran dengan Bappeda. Gubernur DKI Ahok ingin bila rapat bersama DPRD direkam dan di-upload ke youtube. Bila DPRD tak mau, maka lebih baik tak usah rapat anggaran. Bila Anda setuju dengan Ahok, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%