detikcom

Rabu, 24/07/2013 23:30 WIB

Polisi Tembak Kaki Rampok Bersenpi di Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Halaman 1 dari 2
Semarang, - Satu dari tiga perampok bersenjata yang melakukan aksinya hari Senin (22/7) lalu di sebuah rumah toko (ruko) Jalan Cinde Barat Semarang berhasil dibekuk unit Resmob Polrestabes Semarang di Solo. Pelaku yang bernama Sindu Danuarta (36) itu terpaksa menerima timah panas petugas di betis kirinya karena berusaha kabur saat ditangkap.

Menurut pengakuan pria yang akrab dipanggil Danu itu, ia bekerjasama dengan dua pelaku lain yaitu Hendrik alias Aji (37) dan Tubagus Indra Gunawan AP (38). Danu bertugas sebagai tukang antar jemput, namun dalam aksi hari senin kemarin, ia ikut andil memukul korban Jajang Yulianto dengan pistol jenis air softgun.

"Saya ikut mukul korban dikepala bagian belakang terus diikat pakai lakban. Yang bawa pistol dua, saya sama Aji," kata Danu saat digelandang ke Mapolrestabes Semarang, Jl Dr Sutomo, Rabu (24/7/2013).

Dari dua korban Jajang Yulianto dan Rendyanto Subroto, komplotan perampok tersebut membawa kabur uang senilai Rp 680 juta serta dua mobil Nissan X-trail dan Suzuki Swift milik korban. Dari hasil rampokan itu, Danu mendapatkan bagian Rp 100 juta.

"Separuh uangnya ada di bank dan menebus Vixion Rp 15 juta yang digadaikan," ujarnya.

"Yang paling banyak dapet Aji, Rp 250 juta," imbuh Danu.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Elan Subilan mengatakan perampokan berawal dari perkenalan dua korban dengan komplotan perampok yang menjanjikan pinjaman sebesar Rp 5 miliar untuk usaha. Namun sebagai syarat, korban harus menyiapkan sejumlah uang.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(mpr/mpr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
62%
Kontra
38%