Rabu, 24/07/2013 15:26 WIB

Cewek Simpanan Bandar Narkoba

Soal Freddy akan Kabur ke Maladewa, Kepala LP: Nggak Mungkin

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
istimewa
Jakarta - Kepala LP Narkotika Cipinang Thurman Hutapea menepis mentah-mentah keterangan Vanny Rossyane soal rencana Freddy Budiman kabur ke Maladewa. Thurman menegaskan dirinya sudah mengawasi bandar narkoba yang divonis hukuman mati itu dengan ketat.

"Nggak mungkin lah itu. Freddy mau kabur, masa bilang-bilang dulu. Logikanya di mana? Kita juga awasi dia dengan ketat," kata Thurman saat ditemui detikcom di LP Narkotika Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (24/7/2013).

Vanny merupakan kekasih Freddy selama 7 bulan. Sejak November 2012 sampai Mei 2013 keduanya dekat. Dari pengakuan Vanny terungkap, keduanya kerap bersama di ruangan khusus di LP Narkotika Cipinang.

Vanny juga pernah mengandung anak Freddy, tapi kemudian digugurkan karena kekasihnya itu tidak mau bertanggung jawab. Keduanya masih saling berkomunikasi lewat HP hingga kini.

"Saya siap dikonfrontir dengan Vanny. Kalau dia jenguk juga akan kita blacklist. Saya juga mempertanyakan, kok dia bisa bawa HP dan foto-foto di dalam," tutupnya.

Saat bertemu detikcom, Fanny membeberkan beberapa foto ruangan khusus di dalam LP Narkotika Cipinang yang biasa ia gunakan berdua dengan Freddy. Saat itu dia mengaku tengah nyabu. Di ruangan itu juga dia bercinta hingga kemudian hamil.

(ndr/asy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
82%
Kontra
18%