Detik.com News
Detik.com

Rabu, 24/07/2013 15:08 WIB

Pilkada Jatim

Khofifah Buka-bukaan Soal Politik Borong Partai Jelang Pilgub Jatim

Siti Aisyah - detikNews
Khofifah Buka-bukaan Soal Politik Borong Partai Jelang Pilgub Jatim Khofifah
Jakarta - Menjelang sidang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan PTUN, kubu Khofifah Indar Parawansa menggelar jumpa pers. Dia buka-bukaan soal sejumlah praktik 'kotor' menjelang Pilgub Jatim.

"Saya ingin sampaikan, proses menarik dari pemilihan bakal calon gubernur ada politik borong partai," kata Khofifah di Kantor Pengacara Otti Hasibuan di Kompleks Duta Merlin, Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, Rabu (24/7/2013).

Khofifah didampingi calon gubernur Jatim Herman Sumaweredja, dan pengacara Otto Hasibuan.

Khofifah mengaku punya cukup bukti atas tudingannya tersebut. Bahkan ada sejumlah rekan yang siap memberikan testimoni.

"Mereka ditelepon 3 kali sehari, cabutlah Khofifah dan berilah dukungan kepada kami. Melakukan sabotase politik, akhirnya kita menangkap bahwa politik kartel, teman ada yang memberikan testimoni. Partai 0,2 persen ditawarkan 2 miliar, kalau tidak mau diancam akan dibunuh," bebernya.

Menurut Khofifah, ada kejahatan dan intimidasi selama persiapan pencalonan Pilgub Jatim. Juga pemindahan dukungan yang berujung pencoretannya dari Pilgub Jatim.

"Selain ada borong partai ini ada persoalan serius. Yang paling fatal ada tanda tangan Ketum dipalsukan. Bahwa tanda tangan dipalsukan. Ketum PPNUI sudah menyurat ke KPUD bahwa tanda tangan dipalsukan. Ada surat dengan SK yang masih berlaku dan ada surat yang tidak berlaku," ungkap Khofifah.

"Ketika kemudian dianggap dualisme pada saat yang sama sedang ada proses amputasi," gugatnya.

Khofifah Indar Parawansa gagal menjadi calon gubernur berdasarkan keputusan KPU Jatim. Khofifah kemudian melaporkan komisioner KPU Jatim ke DKPP terkait dugaan pelanggaran etik pada 17 Juli lalu.

Materi aduan itu antara lain terkait dengan dukungan ganda. Menurut kubu Khofifah, seharusnya menteri era Gus Dur itu yang lebih dahulu memasukkan berkas dukungan ke KPU. Namun yang diterima terlebih dahulu oleh KPU adalah bakal pasangan calon Karsa (Sukarwo dan Saifullah). Jadi ada dukungan ganda beberapa partai yang disebut baik di Khofifah dan Karsa.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(van/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Dukung Ahok Lawan Begal APBD DKI!

Perseteruan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) dan DPRD DKI perihal 'dana siluman' dalam APBD 2015 menjadi perhatian publik. Berbagai gerakan warga dilancarkan untuk mendukung Ahok melawan begal APBD. Di sudut-sudut jalan terdapat berbagai spanduk mendukung Ahok. Salah satunya spanduk "#Kami Adalah Ahok, Lawan Begal APBD". Bila Anda setuju gerakan warga mendukung Ahok, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%
MustRead close