Rabu, 24/07/2013 15:03 WIB

Cewek Simpanan Bandar Narkoba

Kalapas Narkotika Cipinang Tepis Pengakuan Vanny, Puji Freddy

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Anggita saat merayakan Ultah Freddy
Jakarta - Kalapas Narkotika Cipinang Thurman Hutapea membantah semua ucapan Vanny Rosyane soal Freddy Budiman. Mulai dari memakai narkoba di dalam LP hingga cewek simpanan. Thurman menyebut, Freddy sudah berubah.

"Dia itu sekarang sudah rajin ibadah. Puasanya saja tak pernah bolong," jelas Thurman saat ditemui detikcom di LP Narkotika Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (24/7/2013).

Tak hanya itu saja, menurut Thurman, kini Freddy di bulan Ramadan kerap memakai baju muslim. "Minimal saya bisa mendekatkan diri sama Tuhan," kata Freddy menjelaskan alasannya soal pakaian muslim kepada Thurman.

Thurman sempat menyelipkan cerita soal sosok Freddy. Menurut Thurman, Freddy sosok yang keras. "Dia ini pemain narkoba murni, dia 365 (kasus perampokan-red). Dia pegang senjata dan nekat. Jaringan dia luas. Di sini juga kita awasi dia," terang Thurman.

Freddy divonis mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Dia terbukti menjadi bandar narkoba yang memilki 1,4 juta ekstasi. Freddy kala divonis hakim dengan hukuman mati pada 16 Juli 2013 lalu tampak santai. Bahkan dia mengacungkan jempol.

Setidaknya hingga saat ini ada dua model yang mengaku sebagai pacar Freddy. Selain Vanny Rosyane (22), juga Anggita Sari (21).

Vanny mengaku menjadi pacar Freddy selama 7 bulan sejak November 2012. Dia memberi pengakuan mengejutkan bahwa dirinya sering mengunjungi Freddy di LP tiga kali seminggu. Setiap berkunjung, Vanny bercinta dengan Freddy dan menikmati shabu bareng di ruang khusus. Vanny sempat hamil akibat hubungan asmaranya dengan Freddy. Dia melakukan aborsi saat kandungannya berusia dua bulan.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ndr/asy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
89%
Kontra
11%