Detik.com News
Detik.com
Selasa, 23/07/2013 02:40 WIB

Dua ABG Jadi Korban Penodongan Pria Mabuk di Cipayung Jaktim

Dhani Irawan - detikNews
Jakarta - Dua orang anak baru gede, DA (16) dan AN (16), menjadi korban penodongan oleh sekelompok pemuda mabuk di wilayah Cipayung, Jakarta Timur. Pelaku membawa satu unit handphone korban.

Kejadian bermula ketika AD dan AN hendak menuju ke SPBU di Setu dengan menggunakan sepeda motor. Saat berada di pom bensin tersebut mereka melihat keramaian di pom tersebut. Akhirnya mereka mengurungkan niatnya untuk mengisi bensin.

Saat perjalanan pulang itulah keduanya dibuntuti dua pemuda yang juga menggunakan sepeda motor. "Mereka nyetop kita dan nuduh kita nantangin mereka pas di pom bensin," kata DA saat dihubungi detikcom, Selasa (23/7/2013) dini hari.

Kedua pelaku mengancam korban dan meminta sejumlah uang. Namun korban enggan menuruti permintaan pemuda yang diketahui di bawah pengaruh alkohol itu. Pelaku akhirnya mengajak korbannya ke suatu tempat di wilayah Lubang Buaya. Salah satu pelaku berada di motor DA dan AN berada di motor pelaku.

Korban rupanya dibawa ke sebuah lapangan di dekat SMPN 81, Lubang Buaya. Di sana pelaku memaksa orban untuk meminjam handphone korban.

"Katanya mau nelepon, kita diancam," ujar DA.

Dari situ, pelaku selanjutnya membawa korban ke sebuah gang di daerah Pondok Gede. Korban mengaku tidak ingat nama jalan dimana pelaku membawa mereka.

"Berhenti di tempat kosong, kayak jalan biasa, cuma sepi, terus pelaku ngetik sms, katanya mau ngambil barang sejenis ganja," ujarnya.

Korban mengaku, pelaku sempat memukul dirinya dan korban lainnya lantaran dirinya kedapatan mengintip isi sms yang diketik pelaku. Setelah itu, kedua pelaku meninggalkan mereka berdua di lokasi itu dengan membawa telepon seluler milik korban. Korban sempat melaporkan kejadian tersebut pada warga sekitar sebelum akhirnya memilih pulang ke rumah.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(dni/ahy)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%