detikcom
Senin, 22/07/2013 17:45 WIB

Ada 9 Nama Calon Kuat Kapolri, Wakil Ketua DPR: Sutarman Calon Potensial

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) sudah mengumumkan 9 nama calon kuat Kapolri. Nama-nama itu akan diserahkan ke Presiden SBY. Kemudian oleh presiden akan diuji fit and profer test ke DPR. Apa kata DPR soal nama-nama calon Kapolri?

"Komjen Sutarman calon yang potensial," kata Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso saat dimintai tanggapan, Senin (22/7/2013).

Priyo merupakan pimpinan DPR yang membidangi politik dan hukum, termasuk soal Kapolri masuk wilayah kewenangan Priyo. Namun sepenuhnya Priyo menyerahkan ke presiden soal siapa yang akan ditunjuk menjadi Kapolri.

"Kita tunggu saja prosesnya sampai presiden memutuskan dan mengirim surat ke pimpinan DPR tentang Kapolri," tutup Priyo.

Sebelumnya komisioner Kompolnas Hamidah Hamidah membeberkan 9 nama calon Kapolri, mereka yakni:

1. Kabareskrim Komjen Pol Sutarman
2. Kepala BNN Komjen Pol Anang Iskandar
3. Kalemdikpol Komjen Budi Gunawan
4. Kadiv Telematika Polri Irjen Tubagus Anis
5. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Putut Eko Bayuseno
6. Kepala Korlantas Mabes Polri Irjen Budi Hartanto
7. Wakabreskrim Irjen Pol Anas Yusuf
8. Kadivkum Mabes Polri Irjen Pol Anton Setiadi
9. Staf Ahli Kapolri Irjen Pol Badrodin Haiti

"Yang priotitas yang Komjen, tapi kita juga menyiapkan bintang dua. Karena sepenuhnya semua keputusan ada di tangan presiden," jelas Hamidah.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(van/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
59%
Kontra
41%