detikcom
Senin, 22/07/2013 12:50 WIB

4 Teroris di Tulungagung Buron Kasus di Bali Hingga Poso

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Jakarta - Densus 88 Polri terlibat baku tembak dengan empat terduga teroris. Dua diantaranya ditembak mati. Mereka hendak ditangkap karena diduga terlibat kasus teror di Bali hingga Poso.

"Keempat ini merupakan DPO diduga para tersangka terlibat pada kasus Poso dan Solo. Untuk kasus di Bali dan CIMB Medan mereka sebagai pencari dana," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Ronny Sompie, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Senin (22/7/2013).

Saat ini, baru dua nama yang berhasil diidentifikasi dari empat teroris itu. Mereka adalah pelaku yang tewas, Dayah alias Kim dan Rizal. Sisanya masih diidentifikasi.

"Saat ini jenazah di RS Bhayangkara," ujar Ronny.

Baku tembak terjadi saat keempat terduga teroris sedang menunggu angkot di dekat warung kopi di Tulungagung, Jatim. Polisi terpaksa harus menembak mereka karena salah seorang terduga bernama Rizal mengacungkan senjata.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(bpn/mad)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
61%
Kontra
39%