Detik.com News
Detik.com
Sabtu, 20/07/2013 12:32 WIB

Berteduh, 3 Peneliti Geologi Tewas Tertimpa Pohon di Hutan Gorontalo

Ray Jordan - detikNews
Jakarta - Tiga orang peneliti geologi meninggal dunia saat tengah berada di hutan gunung di Kabupaten Pohuapo, Gorontalo. Tiga peneliti tersebut tewas tertimpa pohon saat berteduh.

"Iya, ada tiga orang peneliti yang meninggal karena tertimpa pohon," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gorontalo, Abdulbar Yahya saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (20/7/2013).

Abdulbar mengatakan, saat ini memang curah hujan di Kabupaten Pohuapo cukup tinggi, sehingga rawan terjadinya longsor. Pohon tempat mereka berteduh ambruk karena longsor dan lansgung menimpa para peneliti tersebut.

"3 orang tersebut meninggal ditimpa pohon karena tanah longsor. Kondisi lagi musim hujan dan kebetulan status di Pohuapo itu sedang darurat. Bupati sudah keluarkan status darurat," kata Abdulbar.

Namun Abdulbar belum mengetahui nama para korban. Informasi yang dihimpun, tiga orang peneliti tersebut meninggal saat berteduh usai melakukkan pemetaan di hutan tersebut. Mereka melakukan penelitian seputar bebatuan.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(jor/fjp)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%