detikcom
Jumat, 19/07/2013 22:17 WIB

Dirut PT HNW Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Benih Unggul

Salmah Muslimah - detikNews
Jakarta - Direktur Utama PT Hidayah Nur Wahana (PT HNW) menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi kasus Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) paket 1 tahun 2012 pada dirjen tanaman pangan. Nilai proyek dalam kasus ini mencapai Rp 209 miliar.

"Menetapkan Dirut PT HNW inisial S sebagai tersangka," kata Kepala Pusat Penerangan Kejagung Setia Untung Arimuladi di Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta, Jumat (19/7/2013).

Untung mengatakan kejaksaan juga melakukan penggeledahan di sejumlah tempat, pertama di rumah saksi dalam kasus ini, yakni Mahfudi Husodo di Jl Koptu Berlian Kelurahan Tegal Kec Sumbersari, Jember, Jawa Timur. Kedua di kantor PT HNW di Griya Mutiara blok A/2 Baturejo Banguntapan Bantul Yogyakarta.

"Rumah tersangka S di perumahan Griya Mutiara Rt 006 Banguntapan Bantul Yogyakarta," ujar Untung.

Kejaksaan juga menyita sejumlah dokumen dan surat yang dianggap perlu serta benda bergerak maupun tidak bergerak.

Menurut Untung dalam pengembangan penyidikan ditemukan bukti permulaan yang cukup hingga akhirnya menetapkan tersangka lainnya yakni pimpinan produksi PT HNW inisial MH. Namun karena dari awal penyidikan MH tidak koorporatif akhirnya tim penyidik membawa tersangka ke Kejaksaan Agung RI untuk ditahan.

"Dilakukan tindakan penahanan selama 20 hari di rutan Salemba cabang Kejagung RI dari 19 Juli sampai 07 Agustus 2013 berdasarkan surat perintah penahanan no: print-14/F.2/Fd.1/07/2013 tanggal 19 Juli 2013," kata Untung.


Ikuti sejumlah peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 12.45 WIB

(slm/jor)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
77%
Kontra
23%