detikcom
Jumat, 19/07/2013 17:03 WIB

Inilah Alaska, Tempat yang Disebut FPI dan Warga Sebagai Awal Bentrokan

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Halaman 1 dari 2
Foto: Angling Adhitya P/detikcom
Kendal - Salah satu dugaan pemicu bentrok antar FPI dan warga yang terjadi di Sukorejo Kendal adalah sweeping FPI dilakukan sehari sebelumnya di Sarim yang dulu dikenal sebagai lokalisasi. Kini namanya Alaska alias Alas Karet.

Alas berarti hutan. Jadi, tempat ini disebut Alaska, karena berada di tengah hutan karet. Beberapa rumah kayu sederhana berdiri dengan kokoh.

Koordinator Alaska, Sarwanto (49) menuturkan Rabu (17/7) sore, FPI mendatangi Alaska. Sebelumnya, ia mendengar ada FPI melakukan sweeping di tempat perjudian togel di Desa Turen, perbatasan Kendal-Temanggung dilanjutkan lokasi-lokasi lain.

"FPI ke perjudian togel di Desa Turen. Lalu sweping ke tempat lain, kemudian ke Terminal Sukorejo karena ada karaoke di sana," kata Sarwanto di Alaska, Sukorejo, Kendal, Jumat (19/7/2013).

"Akibat sweeping itu, massa FPI diburu warga hingga akhirnya datang ke sini dan langsung terjadi (bentrokan)," tegasnya.

Awalnya, Sarwanto dan warga lainnya terkejut karena FPI datang bersama rombongan yang tidak menggunakan atribut FPI. Ormas itu sempat berkeliling lokasi Alaska dengan luas 800 m2 itu. Sebagian kecil dari orang-orang yang diduga anggota FP terlihat membawa tongkat. Kemudian bentrokan terjadi antara FPI dan orang-orang yang tidak memakai seragam FPI. Ternyata gerombolan di belakang FPi itu bukan anggota mereka, namun kelompok yang sudah membuntuti sejak awal.

"Saya lihat kok massa FPI banyak, tapi ada yang tidak pakai baju FPI, ternyata itu yang mengikuti FPI. Bregnya (bentrok) di sini. Saya mengamankan 2 FPI, saya serahkan ke Buser Patean," jelasnya.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(alg/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
24%
Kontra
76%