detikcom

Jumat, 19/07/2013 09:39 WIB

Penjelasan FPI Jateng Soal Bentrokan dengan Warga Kendal

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Syiihabuddin (Foto: Angling AP/detikcom)
Kendal - Sebelum bentrokan, warga menyebut FPI melakukan sweeping dan mobilnya menabrak warga. Sedangkan polisi menyebut kejadian berawal dari konvoi FPI yang salah satu mobilnya menabrak warga. FPI punya versi sendiri. Berikut penjelasannya.

Ketua DPD FPI Jateng Syihabuddin mengatakan pada Rabu (17/7), anggota FPI menggelar pawai simpatik. Di dekat lokalisasi Alas Karet, Desa Sapen, Sukorejo, Kendal, rombongan digeruduk warga. Mobilnya dirusak.

"Mobil yang dirusak sudah ada penyelesaian," kata Syihabuddin usai memantau kepulangan anggota FPI di halaman Mapolres Kendal, Jumat (19/7/2013).

Pada Kamis (18/7) kemarin, anggota FPI Temanggung ngotot akan kembali ke Sukorejo. Pagi hari, Syihabuddin datang ke Sukorejo dan berkoordinasi dengan polisi. Ia ingin 'aksi' itu berjalan sesuai prosedur.

"Tapi yang namanya anak buah, ada yang model-model...(kalimatnya tak diteruskan). Biasa," katanya.

Saat kejadian, Syihabuddin mengaku tidak bersama rombongan yang bentrok. Ia berada di masjid (tempat anggota FPI diamankan). Posisi mobil seperti buah simalakama.

"Kalau tidak lari, kena orang. Posisinya dikejar," jelasnya.

Syihabuddin datang ke Mapolres dengan mengenakan gamis krem dan kopiah putih. Ia menjemput 24 anggotanya yang diperbolehkan pulang oleh polisi. Hingga saat ini, sopir mobil yang menabrak warga masih diperiksa. Pun halnya dengan 2 anggota FPI yang kedapatan membawa senjata tajam.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(try/van)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%