Detik.com News
Detik.com
Kamis, 18/07/2013 22:37 WIB

Pembunuhan Sadis di Bandung Bermotif Keinginan Punya Motor Korban

Baban Gandapurnama - detikNews
Pembunuhan Sadis di Bandung Bermotif Keinginan Punya Motor Korban
Bandung - Empat remaja di Bandung tega menghabisi nyawa sahabatnya sendiri, Ardi Irawan (16). Usai dibunuh, mayat Ardi dimasukkan ke dalam tong. Mereka tega membunuh karena ingin punya motor Ardi.

"Pelaku sudah merencanakan perbuatannya," ujar Kapolres Bandung AKBP Kemas Ahmad Yamin di Mapolres Bandung, Kabupaten Bandung, Kamis (18/7/2013).

Para pelaku, yakni AFB, APP, TR dan BG sengaja mengundang Ardi datang ke rumah BG. Saat itu, salah satu pelaku berpura-pura menawarkan velg sepeda motor kepada Ardi untuk motor Kawasaki Ninjanya. Lantaran sudah kenal, korban pun tidak menaruh curiga dan datang ke rumah BG.

Awalnya para pelaku tidak mengincar korban. Memang mereka punya niat melakukan aksi kejahatan kepada orang lain dengan cara merampas sepeda motor. Namun niat itu sekejap berubah, mereka malah menjadikan Ardi sebagai target.

Tak berapa lama setelah tiba di rumah BG, Ardi dihabisi oleh empat remaja berstatus pelajar SMK di Kabupaten Bandung itu. "Usai membunuh korban, APP membawa sepeda motor korban dan hendak dijual," kata Kemas.

Otak aksi pembunuhan keji itu ialah AFB. Ia terang-terangan mengakui sudah merencanakan eksekusi sahabatnya tersebut. AFB dan ketiga pelaku lainnya mengaku khilaf. Bahkan AFB berdalih aksinya menganiaya hingga tewasnya korban itu karena teler mengonsumsi obat penenang jenis kamflet secara berlebihan.

"Saya enggak sadar waktu kejadian saat itu. Lagi mabuk. Soalnya minum tujuh pil. Pembunuhan dilakukan di rumah BG," kata AFB.

Motor itu awalnya hendak dijual seharga Rp 10 juta. Namun mereka keburu ditangkap polisi.

Polisi menyita barang bukti berupa satu bilah samurai ukuran 50 sentimeter, satu gerobak roda, satu tong plastik, dua kasur yang terdapat bercak darah, dan satu sepeda motor milik korban. Keempat pelaku saat ini mendekam di ruang tahanan Mapolres Bandung.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(bbn/mok)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%