detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 13:04 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 18/07/2013 22:37 WIB

Pembunuhan Sadis di Bandung Bermotif Keinginan Punya Motor Korban

Baban Gandapurnama - detikNews
Bandung - Empat remaja di Bandung tega menghabisi nyawa sahabatnya sendiri, Ardi Irawan (16). Usai dibunuh, mayat Ardi dimasukkan ke dalam tong. Mereka tega membunuh karena ingin punya motor Ardi.

"Pelaku sudah merencanakan perbuatannya," ujar Kapolres Bandung AKBP Kemas Ahmad Yamin di Mapolres Bandung, Kabupaten Bandung, Kamis (18/7/2013).

Para pelaku, yakni AFB, APP, TR dan BG sengaja mengundang Ardi datang ke rumah BG. Saat itu, salah satu pelaku berpura-pura menawarkan velg sepeda motor kepada Ardi untuk motor Kawasaki Ninjanya. Lantaran sudah kenal, korban pun tidak menaruh curiga dan datang ke rumah BG.

Awalnya para pelaku tidak mengincar korban. Memang mereka punya niat melakukan aksi kejahatan kepada orang lain dengan cara merampas sepeda motor. Namun niat itu sekejap berubah, mereka malah menjadikan Ardi sebagai target.

Tak berapa lama setelah tiba di rumah BG, Ardi dihabisi oleh empat remaja berstatus pelajar SMK di Kabupaten Bandung itu. "Usai membunuh korban, APP membawa sepeda motor korban dan hendak dijual," kata Kemas.

Otak aksi pembunuhan keji itu ialah AFB. Ia terang-terangan mengakui sudah merencanakan eksekusi sahabatnya tersebut. AFB dan ketiga pelaku lainnya mengaku khilaf. Bahkan AFB berdalih aksinya menganiaya hingga tewasnya korban itu karena teler mengonsumsi obat penenang jenis kamflet secara berlebihan.

"Saya enggak sadar waktu kejadian saat itu. Lagi mabuk. Soalnya minum tujuh pil. Pembunuhan dilakukan di rumah BG," kata AFB.

Motor itu awalnya hendak dijual seharga Rp 10 juta. Namun mereka keburu ditangkap polisi.

Polisi menyita barang bukti berupa satu bilah samurai ukuran 50 sentimeter, satu gerobak roda, satu tong plastik, dua kasur yang terdapat bercak darah, dan satu sepeda motor milik korban. Keempat pelaku saat ini mendekam di ruang tahanan Mapolres Bandung.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(bbn/mok)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%