Detik.com News
Detik.com
Kamis, 18/07/2013 19:51 WIB

Perbedaan Soekarwo dan Jokowi Versi Gus Ipul

Rois Jajeli - detikNews
Perbedaan Soekarwo dan Jokowi Versi Gus Ipul
Surabaya - Wakil Gubernur Jawa Timur yang juga calon wagub incumben menilai, keberhasilan Gubernur Jatim Soekarwo tidak bisa dibanding-bandingkan dengan Gubernur DKI Jakarta Jokowi. Karena ada beberapa perbedaaan yang tidak bisa dijadikan penilaian keberhasilannya.

"Saya tidak pernah mengatakan Pakde Karwo lebih bagus dari Jokowi. Keduanya tidak bisa dibanding-bandingkan," ujar Saifullah Yusuf saat bincang-bincang melalui telepon, Kamis (18/7/2013).

Wagub Jatim yang biasa disapa Gus Ipul ini menerangkan, tolak ukur penilian kedua gubernur ini tidak bisa disamakan. Seperti Jokowi menjadi gubernur di daerah ibu kota. Sedangkan Pakde Karwo memimpin Jawa Timur.

Kemudian juga mengenai jumlah penduduk dan teritori atau luar wilayah. Penduduk Jawa Timur jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan Jakarta. Selain itu, wilayah Jatim lebih luas dibandingkan dengan Jakarta yang mudah lebih terjangkau, termasuk di sisi pemberitaan.

"Kalau pemberitaan di Jakarta efeknya bisa me-nasional, karena berada di ibu kota Indonesia. Kalau di Jawa Timur, tidak semua efek nasional beritanya," tuturnya.

"Teritori Jakarta bisa dijangkau dengan kunjungan langsung. Kalau di sini (Jatim) tidak bisa dengan televisi dan koran tok (saja). Jadi dua orang ini tidak bisa dibanding-bandingkan," tegasnya.

Gus Ipul yang akan maju bersama calon gubernur Soekarwo di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2013 menambahkan, lama jabatan kedua gubernur tersebut juga tidak bisa menjadi patokan penilaian.

"Kalau Pakde sudah 4 tahun. Sedangkan Jokowi kan beberapa bulan. Kan nggak bisa dinilai dan tidak bisa dibandingkan. Kan tidak adil kalau dibanding-bandingkan," ujarnya.

Ia menambahkan, Pakde dinilai berhasil memimpin Jawa Timur, meskipun hasilnya tidak semua diberitakan di media massa, koran maupun elektronik.

"Cerita (berita) tentang Pak Gubernur (Pakde Karwo) tidak sesering Pak Jokowi. Tapi alhamdulillah, belum ada alasan yang bisa menggantikan Pakde. Itu menurut teman-teman," jelasnya.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(roi/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%