Kamis, 18/07/2013 08:15 WIB

Penembakan Polsek Palu Selatan

Usai Penembakan, Penjagaan Kantor-kantor Polisi di Palu Diperkuat

Ahmad Toriq - detikNews
Jakarta - Menyusul aksi penembakan, polisi langsung memperkuat penjagaan di Polsek Palu Selatan, Sulawesi Tengah. Selain itu, polisi juga terus memburu pelaku.

"Langkah-langkah yang dilakukan (pasca penembakan-red) amankan dan olah TKP, mencari keterangan saksi-saksi, giatkan unit-unit operasional polda, polres dan jajaran untuk menemukan target, dan memperkuat penjagaan mako Polres dan jajaran," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Ronny Franky Sompie kepada detikcom, Kamis (18/72013).

Aparat Kepolisian langsung menggelar razia di sejumlah tempat. Polisi memburu dua pelaku penembakan yang diduga melarikan diri ke arah selatan Kota Palu.

Ada enam saksi yang telah dimintai keterangan. Mereka adalah MN (mahasiswa), SU (pegawai swasta, mendengar tiga kali ledakan), Briptu Aksan Ahmad, Brigadir Eko Setiawan (petugas jaga), Brigadir Made Agus Pica (petugas jaga), dan Briptu Kodrat (petugas jaga).

Sejauh ini, polisi tak menemukan serpihan peluru dari lokasi. Memang tak ada tembakan yang mengenai kantor Polsek Palu Selatan, sehingga peluru tak mudah ditemukan. Namun polisi menemukan selongsong peluru.

“Kami hanya menemukan satu buah selongsong amunisi caliber 5,56 mm di pagar Polsek. Pelaku sudah kami kejar,” ujar Kapolres Palu AKBP Trisno Rahmadi yang dihubungi terpisah, hari ini.

Penembakan terjadi pada Rabu 17 Juli 2013 pukul 23.00 Wita. Dua orang pelaku menggunakan senjata laras panjang menembak ke arah Polsek Palu Selatan sebanyak tiga kali.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(trq/dnu)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Cegah Titipan Proyek, Ahok Minta Rapat dengan DPRD Direkam ke Youtube

PPATK mengungkapkan salah satu modus korupsi di kalangan penyelenggara negara adalah oknum DPRD yang menitipkan proyek-proyek saat pembahasan anggaran dengan Bappeda. Gubernur DKI Ahok ingin bila rapat bersama DPRD direkam dan di-upload ke youtube. Bila DPRD tak mau, maka lebih baik tak usah rapat anggaran. Bila Anda setuju dengan Ahok, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%