detikcom
Kamis, 18/07/2013 05:41 WIB

Pedagang Pasar Babadan Semarang Mengais Sisa Kebakaran

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Warga mengumpulkan sisa barang (Foto: Angling/detikcom)
Semarang - Pedagang di Pasar Babadan Ungaran Kabupaten Semaranag mengais sisa-sisa barang dagangan di kios mereka yang berhasil dipadamkan setelah terbakar sejak hari Rabu (17/7) malam kemarin. Aktivitas pedagang yang biasanya menyiapkan barang sejak dini hari pun berubah menjadi gotong royong mengais barang yang tersisa.

Salah satu pemilik kios gorden, Agung terlihat susah payah mengambil kain-kain dan perabotan yang masih bisa dimanfaatkan. Dibantu teman-temannya, Agung meletakkan barang dagangannya ke mobil pikap untuk diamankan ke rumahnya.

"Kios saya yang bagian belakang sudah habis. Sedikit yang bisa diselamatkan," kata Agung di Pasar Babadan, Kabupaten Semarang, Kamis (18/7/2013).

Hingga saat ini banyak pedagang yang masih berjuang menyelamatkan barang-barang mereka. Ada pula yang menunggui dagangan yang sudah berhasil diselamatkan dan diletakkan di luar pasar.

Sementara itu, salah satu pelanggan di Pasar Babadan, Putri, mengaku kaget melihat pasar tersebut sudah dalam keadaan hangus terbakar. Ia pun memutuskan untuk berbelanja di Pasar Ungaran.

"Kaget, pasarnya sudah jadi seperti ini. Lagipula ini sudah kesekian kalinya Pasar di Kabupaten Semarang terbakar mendekati lebaran," ujarnya.

Kebakaran terjadi Rabu (17/7) kemarin sekitar pukul 20.30 WIB. Menurut para pedagang, api berasal dari tengah pasar, dekat dengan kios pakaian. Belum diketahui jumlah kerugian, namun sebagian besar dari 700 kios dan lapak yang ada di Pasar Babadan ludes terbakar.

Hingga saat ini masih terlihat sejumlah titik api yang berusaha dipadamkan oleh petugas pemadam. Terkait penyebab, polisi pun hingga saat ini belum bisa memastikannya.

"Kami masih belum tahu penyebabnya, ini belum padam. Nanti kami menurunkan tim labfor," ujar Kapolres Semarang, AKBP Agustinus Pangaribuan.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(alg/trq)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
66%
Kontra
34%