Detik.com News
Detik.com

Kamis, 18/07/2013 01:40 WIB

Ratusan Kios di Pasar Babadan Semarang Ludes Terbakar

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Semarang - Pasar Babadan yang terletak di Kabupaten Semarang ludes terbakar. Diperkirakan dari 700 kios dan lapak yang ada, hanya tersisa satu hingga dua kios akibat kebakaran tersebut.

Salah satu warga, Heru mengatakan saat ini api masih berkobar sejak awal kejadian hari Rabu (17/7/2013) malam sekitar pukul 20.00 WIB. "Sekitar pukul 20.00 WIB tadi mas. Pemadam kebakaran masih berusaha memadamkan api," kata Heru saat dihubungi detikcom, Kamis (18/7/2013).

Salah satu pemilik kios, Sutimah mengatakan api berasal dari bagian tengah pasar yang tiba-tiba membesar dan merambat hingga ke seluruh penjuru bangunan. Ia pun tidak sempat menyelamatkan barang di kiosnya yang berada di bagian utara pasar.

"Api dari tengah, mas. Langsung besar, cepat sekali, nggak ada yang bisa diselamatkan," kata pemilik kios tembakau itu.

Setidaknya lebih dari tujuh mobil pemadam dari pemerintah kabupaten dan perusahaan swasta berusaha memadamkan api yang saat ini masih menyala.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah karena sebagian besar kios dan lapak pedagang terbakar. Selain itu kebakaran juga menyebabkan kemacetan di lokasi kebakaran, Jl Jenderal Sudirman yang merupakan jalur utama Semarang-Yogyakarta.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(alg/trq)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%