Rabu, 17/07/2013 18:27 WIB

Freddy Sering Rapat dengan Para Terpidana Narkoba di LP Cipinang

Andri Haryanto - detikNews
Freddy Budiman usai divonis mati.
Jakarta - Ketika dijatuhi hukuman mati dalam kasus 1,4 juta butir pil ekstasi, Freddy Budiman sedang menjalani hukuman 18 tahun penjara atas kasus narkoba. Selama di dalam LP Cipinang, rupanya dia sering rapat pengembangan bisnis dengan para bandar lain narkoba yang juga ditahan di sana.

"Jadi, ada jam-jam tertentu para bandar yang dikurung ini bertemu," kata salah seorang petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) yang memeriksa Freddy, Rabu (17/7/2013).

Di dalam pertemuan itu mereka membicarakan potensi-potensi yang dimiliki masing-masing orang. Termasuk masalah kaki tangan peredaran, modal, pabrik, sumber narkotika, bahkan jaringan ke aparat-aparat tertentu untuk melancarkan bisnis bersama.

Salah satu yang terungkap adalah terdakwa Nico yang sempat menghebohkan karena aksi koboinya menembak bus TransJakarta. Nico 'Busway' harus kembali berurusan dengan aparat karena kedapatan sebagai pengendali pabrik sabu di kawasan Kalideres.

Pada 8 Mei 2012 lalu, Badan Narkotika Nasional (BNN) meringkus sebuah mobil kontainer di pintu keluar tol Kamal, Cengkareng, Jakarta Barat. Jutaan pil ekstasi tersebut diimpor langsung dari Shenzen, China.

Ternyata 1.412.476 butir ektasi itu diimpor oleh Freddy yang tengah mendekam di LP Cipinang. Saat digerebek, ditemukan 40 unit HP yang dimililki Freddy untuk menggerakkan aksinya.

Akhirnya, pada Senin (15/7), Freddy dijatuhi hukuman mati dan denda Rp 10 miliar oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Hakim juga mencabut 7 haknya termasuk berkomunikasi dengan alat apa pun.
Kalapas Cipinang, Dewa Putu, yang dihubungi pasca vonis mati Freddy Budiman, memastikan jajarannya akan melaksanakan putusan hakim. Untuk itu disiapkan tim khusus untuk memantau kegiatan Freddy selama berada di dalam tahanan.

"Kita akan lakukan antisipasi dan pengawalan ketat, nanti ada tim busernya," kata Dewa Putu yang baru diangkat sebagai Kalapas Cipinang, Selasa (16/7/2013).

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(dnu/lh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Cegah Titipan Proyek, Ahok Minta Rapat dengan DPRD Direkam ke Youtube

PPATK mengungkapkan salah satu modus korupsi di kalangan penyelenggara negara adalah oknum DPRD yang menitipkan proyek-proyek saat pembahasan anggaran dengan Bappeda. Gubernur DKI Ahok ingin bila rapat bersama DPRD direkam dan di-upload ke youtube. Bila DPRD tak mau, maka lebih baik tak usah rapat anggaran. Bila Anda setuju dengan Ahok, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%