Detik.com News
Detik.com
Rabu, 17/07/2013 14:50 WIB

Banyak Masalah, Pemkot Sosialisasi Program Bansos

Avitia Nurmatari - detikNews
Bandung - Bantuan sosial atau dana hibah banyak menimbulkan permasalahan. Sebagai pemberi bantuan, Pemkot Bandung pun mengakui banyak persoalan yang muncul dari bantuan tersebut. Maka itu Pemkot menggelar Sosialisasi Program Anti Korupsi dan Tata Cara Pertanggungjawaban kepada penerima Hibah dan Bansos.

Acara tersebut digelar di Ruang Serba Guna Bermartabat Balai Kota, Jalan Wastukancana No 2 Bandung, Rabu (17/7/2013).

Plt Sekda Yossi Irianto mengatakan, dengan dilakukan sosialisi diharapkan para penerima dana hibah atau pun bantuan sosial baik perseorangan maupun lembaga, dapat memahami tata cara pertanggungjawabannya.

"Banyak penerima bantuan tersebut yang tidak faham mengenai tata cara pertanggungjawabannya, sehingga perlu diberikan bekal pemahaman mengenai hal itu, agar persoalan administrasi yang timbul beberapa waktu lalu tidak terulang lagi," jelasnya.

Yossi menambahkan, pada tahun 2012 memang ada temuan. Sekitar 20-30 persen penerima hibah dan bansos tidak paham dalam pertanggungjawaban.

"Jadi suratnya ada, hanya bingung cara membuat laporan seperti apa," ungkapnya.

Menurut Yossi, tahun 2013 ini jumlah bantuan yang digulirkan oleh Pemkot Bandung sekitar 380 M, sementara yang hadir pada acara sosialisai tersebut lebih dari 300 penerima.

"Saya sangat mengapresiasi dan respek terhadap para penerima yang hadir dan mengikuti sosialisasi hari ini, hal ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab mereka," ujarnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(avi/tya)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%