Detik.com News
Detik.com
Rabu, 17/07/2013 03:07 WIB

Pilgub Jatim

Tak Mau Disalahkan, Gus Ipul Nilai Khofifah Gagal Kelola Partai Pendukung

Muhajir Arifin - detikNews
Pasuruan - Saifullah Yusuf alias Gus Ipul gerah juga. Ia menegaskan tidak ada upaya sistematis menjegal Khofifah Indar Parawansa maju sebagai calon gubernur.

Sejak awal semua partai gurem yang tergabung dalam Asosiasi Parpol Non Parlemen (APNP) memang mendukung pasangan KarSa (Soekarwo-Saifullah Yusuf).

"Jadi dulu semua partai kecil mendukung Karsa. Ada dokumennya bulan Januari itu semua partai non parlemen mendukung kita. Sampai pada bulan Februari beberapa partai berpaling pada Khofifah," kata Gus Ipul usai menghadiri khataman Al-Qur'an di Masjid Baitul Falah, Purwosari, Rabu (17/7/2013) malam.

Menurutnya, setiap partai politik punya hak untuk mendukung atau tidak dan harus dihormati. Kubu Khofifah-Herman yang dicoret KPU Jatim itu dinilai karena telah gagal mengkondisikan partai-partai pendukunganya agar memenuhi syarat pencalonan yaitu 15 persen.

"Jadi jangan kita yang dianggap (melakukan penggebosan). Itu masalah internal partai, bukan masalah siapa-siapa. Kalau tidak bisa menyelesaikan partai ya jangan menyalahkan orang lain," tandasnya.

Dirinya menyatakan KarSa tidak akan terpengaruh dengan tudingan miring tersebut. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada aturan dan undang undang yang berlaku.

"Publik juga tahu ini ada undang-undangnya ada ketentuannya ada," tandasnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(gik/gik)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%