Selasa, 16/07/2013 23:56 WIB

Pencuri Motor Tembak Tentara di Cilodong

Indra Subagja - detikNews
Jakarta - Pencuri motor sekarang benar-benar berbahaya. Selain nekat mereka juga membawa pistol.

Seperti yang terjadi di Jl Raya Jakarta Bogor, Cilodong, Depok, Selasa (16/7/2013). Pencuri itu beraksi sekitar pukul 18.30 WIB.

"Pencuri itu hendak mengambil motor tentara yang sedang parkir di tempat pengiriman barang," terang saksi, Yono.

Melihat pencuri beraksi, tentara itu tak diam. Dia segera melakukan perlawanan. Pencuri itu kaget dan melarikan diri.

"Terjadi kejar-kejaran, kemudian ada bunyi letusan," tambah Yono.

Pencuri itu melarikan diri. Warga sekitar bergerak. Pencuri itu akhirnya lompat ke kali yang berada di sisi jalan.

"Tentara itu terluka, katanya dibawa ke RSPAD," terang Yono.

Setelah itu, rekan-rekan korban datang dan menyisir kali itu. Sedang korban dibawa ke rumah sakit.

Penyisiran di kali membuahkan hasil. Seorang pelaku ditangkap dan dibawa ke Polsek Cimanggis. Belum diketahui total jumlah pelaku.



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(ndr/mpr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
72%
Kontra
28%