detikcom
Selasa, 16/07/2013 16:59 WIB

Pegawai Pajak yang Korupsi Rp 17 Juta Diusulkan Dipecat

Wahyu Daniel - detikNews
Jakarta - Ditjen Pajak telah mengusulkan pemecatan Kepala Seksi Ekstensifikasi Kantor Pajak Pratama Tahuna, Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut), Hendrik Syauta, sebagai PNS. Hendrik dihukum 6 bulan penjara karena korupsi Rp 17 juta.

"Vonis MA tanggal 29 Desember 2011 merupakan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap dan sudah ditindaklanjuti oleh Ditjen Pajak dengan mengusulkan pemberhentian pemecatan terhadap Terdakwa," kata Kasi Hubungan Eksternal Ditjen Pajak Kemenkeu Chandra Budi kepada detikcom, Selasa (16/7/2013).

Hal ini sesuai dengan wewenang Ditjen Pajak tentang aturan hukuman disiplin PNS sebagaimana diatur dalam PP 53 Tahun 2010. Menurut Chandra, pada saat dijadikan tersangka, Ditjen Pajak telah menjatuhkan skorsing kepada Hendrik.

"Ditjen Pajak terus berkomitmen dan mendukung penegakan hukum terhadap segala bentuk penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oknum pegawainya sehingga terwujud Ditjen Pajak yang lebih bersih," terang Chandra.

Kasus bermula saat Hendrik mendatangi wajib pajak Gidion Tandayu yang seharunya membayar wajib pajak Rp 32 juta. Lantas terjadilah tawar menawar antara Hendrik dan Gidion dan turun menjadi Rp 12 juta.

Pada Maret 2010, Hendrik juga mendatangi wajib pajak Julfrets Gaghana dan menagih pajak tahun 2010 sebanyak Rp 15 juta. Julfrets tidak mampu membayar uang sebanyak tersebut dan hanya memberikan Rp 2 juta kepada Hendrik. Hanya mendapat Rp 2 juta, Hendrik marah dan mengancam akan menutup usaha Julfrets. Atas ancaman ini, Julfrets memberikan Rp 5 juta.

Belakangan, uang pajak dari Gidion dan Julfrets sebesar Rp 17 juta tidak disetor ke kas negara tetapi dinikmati sendiri sehingga Hendrik pun harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di meja pengadilan. Meski Hendrik divonis bebas oleh Pengadilan Negeri (PN) Tahuna, tapi Hendrik dibui oleh Mahkamah Agung berkat kasasi jaksa.

"Mengadili sendiri, menjatuhkan pidana kepada terdakwa selama 6 bulan," putus kasasi yang diadili oleh Djoko Sarwoko, Sophian Marthabaya dan M Askin.



Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(asp/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%