detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 10:02 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 16/07/2013 15:42 WIB

Subsidi Transportasi Umum dalam RAPBN 2014 akan Ditambah

Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta - Dampak kenaikan harga BBM terhadap transportasi akan terasa hingga 2014. Presiden SBY meminta anggaran subsidi untuk sektor transportasi umum dinaikkan dalam RAPBN 2014 mendatang.

"Oleh karena itulah, sesuai dengan apa yang saya sampaikan ketika kita mengambil keputusan pengurangan subsidi BBM perhatikan betul alokasi yang cukup untuk peningkatan transportasi publik," kata Presiden SBY dalam kata pengantarnya sebelum Rapat Terbatas di Kantor Kepresidenan, Jl Veteran, Jakarta, Selasa (16/7/2013).

Menurutnya dengan naiknya anggaran, keinginan warga yang beralih menggunakan transportasi publik dapat terakomodir. Sektor transportasi harus lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

"Pastikan ada alokasi anggaran untuk itu kemudian juga beberapa infrastruktur dasar yang perlu kita bangun juga untuk rakyat pelayanan publik," tutupnya.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(mok/lh)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%