detikcom
Selasa, 16/07/2013 13:15 WIB

Pernah Miliki 40 HP, Bandar Narkoba Freddy Budiman Dikawal Ketat di Penjara

Ahmad Toriq - detikNews
Freddy Budiman di persidangan (baju putih). Foto: Rahman/detikcom
Jakarta - Selain divonis mati, gembong narkoba Freddy Budiman juga dikenai pidana tambahan dilarang berkomunikasi menggunakan berbagai peranti. Menyambut putusan hakim, LP Cipinang menyiapkan penjagaan ketat untuk pemilik 1,4 juta pil ekstasi itu.

"Kita akan lakukan antisipasi dan pengawalan ketat, nanti ada tim busernya," kata Kalapas Cipinang, Dewa Putu, saat dihubungi detikcom, Selasa (16/7/2013).

Dewa mengatakan Freddy tak akan dimasukkan ke dalam ruang isolasi. Dia tak ingin Freddy malah stres kemudian melukai diri sendiri karena isolasi tersebut.

"Sebenarnya tanpa ada ayat-ayat tambahan dilarang berkomunikasi pun dia pasti tidak boleh berkomunikasi," ujarnya.

Mengenai Freddy yang sempat memiliki 40 handphone untuk mengendalikan bisnis haramnya dari dalam LP Cipinang, Dewa berjanji akan menyiapkan antisipasi agar kejadian itu tak terulang. Dia menjamin Freddy akan diawasi dengan ketat.

"Waktu itu saya belum di sini (jadi Kalapas Cipinang-red). Tapi pasti kita antisipasi," tuturnya.

Pada 8 Mei 2012 lalu, Badan Narkotika Nasional (BNN) meringkus sebuah mobil kontainer pengangkut ekstasi di pintu keluar tol Kamal, Cengkareng, Jakarta Barat. Jutaan pil ekstasi tersebut diimpor langsung dari Shenzen, China.

Ternyata 1.412.476 butir ektasi itu diimpor oleh Freddy yang tengah mendekam di LP Cipinang. Saat digerebek, ditemukan 40 unit HP yang dimililki Freddy untuk menggerakkan aksinya.

Pada Senin (15/7), Freddy dijatuhi hukuman mati dan denda Rp 10 miliar oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Hakim juga mencabut 7 haknya termasuk berkomunikasi dengan alat apa pun.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 12.45 WIB

(trq/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%