detikcom
Selasa, 16/07/2013 11:29 WIB

4 Kesaksian Menegangkan tentang Diki Cs di Bui Cebongan

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Index Artikel Ini  Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya « Prev 5 dari 5 Berita Lainnya »
4. Bangga Pukul Sertu Heru

Sidang kasus penyerangan Lapas II B Cebongan, Sleman, dengan tiga terdakwa anggota Kopassus Grup-2 Kandangan Menjangan, Kartasura, kembali dilanjutkan, Kamis (11/7/2013). Sidang yang berlangsung di Pengadilan Militer (Dilmil) II/11 Yogyakarta ini masih mengagendakan tahapan pemeriksaan saksi.

6 Saksi merupakan tahanan/narapidana di Lapas Cebongan, yakni Tri Indriawan, Yusuf Sumarno, Fugiono, Rudi Handoko, Agus Bintoro dan Johny Hendrawan. Mereka bersaksi untuk terdakwa anggota Kopassus Serda Ucok Tigor Simbolon, Serda Sugeng Sumaryanto, dan Kopral Satu Kodik.

Dalam sidang yang dipimpin Majelis Hakim Ketua Letkol Joko Sasmito dengan Oditur Militer Letkol (sus) Budiharto. Keenam saksi di hadapan majelis hakim memberikan keterangan secara bersama-sama.

Saksi Rudi Handoko mengungkapkan dirinya mengetahui 4 tahanan yakni Diki cs bersama 7 orang lainnya adalah tahanan pindahan dari Polda DIY. Informasi itu didapatkan dari salah satu tahanan kelompok Diki, Gamaliel Yermianto Rohi Riwu atau Adi.

"Tahu dari mana?" tanya majelis hakim.

"Dia yang cerita sendiri," jawab Rudi.

Majelis hakim kemudian memperjelas bahwa yang omong itu adalah Adi.

Menurut Rudi, cerita itu disampaikan Adi dengan bangga sebelum 'kejadian' Sabtu, 23 Maret 2013 dinihari. Adi bercerita kepadanya bahwa dia memukul seorang anggota TNI (Sertu Heru Santoso) dengan botol di kafe.

Semua saksi dalam pemeriksaan saksi di persidangan itu mengungkapkan kejadian penembakan di dalam sel Blok A 5. "Teman-teman lain sudah bangun dan kemudian ada yang teriak,' mana Diki'," ungkap Tri Indriawan.

Keterangan lainnya serupa dengan saksi sebelumnya. Yakni setelah Diki cs ditembak, para tahanan bertepuk tangan. Namun sebagian tidak mengetahui siapa yang memerintahkan.

Menurut dia, pelaku menggunakan penutup kepala atau sebo. Hanya satu orang yang masuk serta membawa senjata laras panjang.

"Saya tidak tahu atau mendengar dengan jelas. Saat teman-teman lain ikut tepuk tangan, saya juga ikut karena takut," katanya.

Seusai mendengarkan keterangan keenam saksi, sidang akan dilanjutkan kembali pada hari Jumat (12/7/2013) dengan menghadirkan 8 saksi lainnya.


(aan/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%