Detik.com News
Detik.com
Senin, 15/07/2013 19:01 WIB

Tersangka Pembunuh Mahasiswa Binus Diduga Pengedar Narkotika

E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Dua tersangka pembunuhan Ong Lucky Mustopo (29), memiliki keterlibatan dalam narkotika. Tersangka berinisial YA alias UJ bahkan mengaku mengkonsumsi narkotika, sebelum akhirnya Ong tewas. Diduga kuat, tersangka merupakan pengedar barang haram tersebut.

Dari hasil penyelidikan, tersangka UJ mendapat narkotika jenis putaw dari tersangka BT alias B.

"BT hubungannya dengan YA. Untuk mereka berdua bisa pengedar, konsumsi juga," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Slamet Riyanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (15/7/2013).

Namun, sejauh ini, polisi belum bisa menemukan barang bukti yang bisa dikaitkan dengan dugaan tersebut. "Tidak ada barang bukti ketika ditemukan," ucap Slamet.

Tersangka UJ mengaku sudah mengenal korban sejak 3 tahun yang lalu. Awal Mei 2013, korban dan tersangka berkomunikasi kembali. Hingga pada akhirnya, Senin (3/6) lalu, korban menghubungi tersangka untuk meminta putaw.

Tersangka dan korban kemudian memakai putaw di rumah tersangka UJ di Gang Bahagia Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat. Korban kemudian overdosis hingga akhirnya sekarat.

Dari hasil visum terungkap bahwa kematian korban diakibatkan benturan keras di kepala, bukan karena overdosis. Berdasarkan visum ini, polisi akhirnya bisa membekuk dua tersangka.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mei/fjp)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%