detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 12:26 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 15/07/2013 19:01 WIB

Tersangka Pembunuh Mahasiswa Binus Diduga Pengedar Narkotika

E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Dua tersangka pembunuhan Ong Lucky Mustopo (29), memiliki keterlibatan dalam narkotika. Tersangka berinisial YA alias UJ bahkan mengaku mengkonsumsi narkotika, sebelum akhirnya Ong tewas. Diduga kuat, tersangka merupakan pengedar barang haram tersebut.

Dari hasil penyelidikan, tersangka UJ mendapat narkotika jenis putaw dari tersangka BT alias B.

"BT hubungannya dengan YA. Untuk mereka berdua bisa pengedar, konsumsi juga," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Slamet Riyanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (15/7/2013).

Namun, sejauh ini, polisi belum bisa menemukan barang bukti yang bisa dikaitkan dengan dugaan tersebut. "Tidak ada barang bukti ketika ditemukan," ucap Slamet.

Tersangka UJ mengaku sudah mengenal korban sejak 3 tahun yang lalu. Awal Mei 2013, korban dan tersangka berkomunikasi kembali. Hingga pada akhirnya, Senin (3/6) lalu, korban menghubungi tersangka untuk meminta putaw.

Tersangka dan korban kemudian memakai putaw di rumah tersangka UJ di Gang Bahagia Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat. Korban kemudian overdosis hingga akhirnya sekarat.

Dari hasil visum terungkap bahwa kematian korban diakibatkan benturan keras di kepala, bukan karena overdosis. Berdasarkan visum ini, polisi akhirnya bisa membekuk dua tersangka.



Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(mei/fjp)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%