Detik.com News
Detik.com
Senin, 15/07/2013 18:20 WIB

Kuota Tetap Dikurangi, Ini Angka Final Jamaah Haji Tahun 2013

Endro Cahyo - detikNews
Kuota Tetap Dikurangi, Ini Angka Final Jamaah Haji Tahun 2013
Jakarta - Meski ada upaya lobi, keputusan Arab Saudi untuk mengurangi kuota jamaah haji asal Indonesia tahun ini tak berubah. Dengan demikian, jumlah jamaah yang berangkat tahun ini akan berkurang 20 persen.

Dirjen Penyelenggaran Haji dan Umroh Kemenag, Anggito Abimanyu mengatakan, total jamaah haji yang berangkat tahun ini adalah 168.800 orang. Angka itu terdiri dari haji reguler 155.200 dan haji khusus 13.600 jamaah.

"Jumlah ini tidak ada intervensi dari siapa pun dan pihak mana pun," ujar Anggito sebelum acara buka puasa bersama di rumah dinasnya, Jl Cemara No 42, Menteng, Jakpus, Senin (15/7/2013).

Namun dari angka di atas, terdapat beberapa perubahan setelah melakukan proses verifikasi. Untuk haji reguler, sebanyak 575 jamaah lunas menunda keberangkatan karena sudah haji, terpisah dari keluarga inti, serta alasan sakit. Mereka diganti oleh urutan berikutnya sesuai nomor porsi.

Untuk haji khusus, terdapat 594 jamaah yang menunda keberangkatannya dengan alasan sama. Belakangan mereka diganti atas usulan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

"Tidak terdapat sisa kuota nasional untuk haji khusus," sambung Anggito.

Mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal ini menegaskan, proses penetapan jamaah haji yang berangkat maupun yang ditunda sepenuhnya dilakukan melalui sistem. Demikian juga pengisian terhadap kekosongan porsi dilakukan dengan cara memasukkan nomor urut porsi berikutnya secara otomatis.

"Bagi jamaah haji yang keberangkatannya tahun ini tertunda diharapkan agar menerima ketetapan dan bersabar menunggu keberangkatannya di tahun 2014 sambil mempersiapkan diri dan mendalami manasik haji," pesannya.

Informasi calon jemaah haji atau yang ditunda keberangkatannya dapat diakses melalui www.haji.kemenag.go.id atau melalui Call center Haji : 500425

(mad/nwk)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%