Detik.com News
Detik.com
Senin, 15/07/2013 17:02 WIB

Hari ke-274 Jokowi

Jokowi: Mudik Pakai Motor Bukan Bahaya, Tapi Terlalu Bahaya

Ray Jordan - detikNews
 Jokowi: Mudik Pakai Motor Bukan Bahaya, Tapi Terlalu Bahaya
Jakarta - Lebaran dijadikan momen warga untuk pulang ke kampung halaman atau mudik. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengimbau kepada warga DKI Jakarta yang berniat mudik agar tidak menggunakan sepeda motor.

"Kita ngerti, mudik pakai sepeda motor itu bukan bahaya, tapi terlalu berbahaya," kata Jokowi di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (15/7/2013).

Menurut dia, berdasarkan data tahun 2012 kecelakaan terbesar dialami oleh pemudik yang menggunakan sepeda motor.

"Saya imbau agar yang pulang mudik lebih baik tidak pakai kendaraan sepeda motor," ujar Jokowi

Mengenai melonjaknya angka urbanisasi pasca Lebaran, mantan Wali Kota Solo ini belum menemukan 'jurus' untuk mengantisipasi hal itu.

"Belum ketemu jurusnya. Kalau yang rutinitas seperti yang lalu kan realnya nggak punya dampak. Jadi ngomong yang rutin saya nggak mau," kata Jokowi.

Sebanyak 9.798.335 warga akan meninggalkan Jakarta saat mudik Lebaran tahun ini. Pemprov DKI menyiapkan berbagai sarana dalam menghadapi agenda tahunan tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono mengatakan, sebanyak 4 terminal utama dan 18 terminal bantuan akan siap melayani para pemudik. Selain itu, ada 5 stasiun utama dan 2 stasiun bantuan, 1 pelabuhan dan 1 bandar udara utama ditambah 1 bandar udara bantuan.

"Prediksi jumlah pemudik yang menggunakan angkutan umum yaitu 2.527.488, dengan rincian Bus AKAP 729.278, mudik gratis 81.289, kereta api 382.854, kapal laut 18.129, jalur udara 1.315.938. Sedangkan kendaraan pribadi 7.270.847, dengan rincian mobil 5.836.919 dan sepeda motor 1.433.928 orang. Total perkiraan ada 9.798.335 pemudik," ujar Udar Pristono.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(jor/aan)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%