detikcom
Senin, 15/07/2013 05:28 WIB

18 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Nabire, Pemerintah Berduka

Mulya Nurbilkis - detikNews
Jakarta - Jumlah korban tewas akibat kerusuhan pertandingan tinju di Nabire, Papua, menjadi 18 orang. Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita atas Indonesia itu.

"Pemerintah berduka cita atas meninggalnya 18 orang dalam kerusuhan pada pertandingan tinju di Nabire,"
kata Menko Polhukam, Djoko Suyanto dalam pesan pendek yang diterima detikcom, Senin (15/7/2013).

Tidak hanya berduka atas insiden tersebut, pemerintah pun bertindak cepat menanggapi kerusuhan itu. Polri dan TNI diminta untuk turun tangan memulihkan situasi keamanan masyarakat disana.

"Aparat Polri dan TNI diminta membantu memulihkan situasi kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) di Nabire," imbau Djoko.

Sebelumnya, sebanyak 18 orang menjadi korban dan meninggal dunia usai pertandingan tinju di GOR Kotalama, Nabire. Insiden diawali dengan tidak terimanya kubu pendukung Yulius Pigome dari Sasana Mawa, atas keputusan wasit yang memenangkan Alvius berasal dari Sasana Persada.

Tak terima, pendukung langsung melempari wasit dengan kursi. Kerusuhanan tak dapat dihindari. Dan menyebabkan 18 orang meninggal dunia. Saat ini para korban dievakuasi di RSUD Kota Lama, Nabire.


(bil/ahy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
72%
Kontra
28%