detikcom

Jumat, 12/07/2013 15:27 WIB

Siap-siap! Disdik DKI Akan Lelang Jabatan Kepala Sekolah

Siti Aisyah - detikNews
Jakarta - Kesuksesan program lelang jabatan camat dan lurah di DKI Jakarta rupanya menginsipirasi Dinas Pendidikan untuk membuat hal serupa. Akhir tahun ini mereka akan melaksanakan lelang jabatan kepala sekolah untuk jenjang SD hingga SMU/SMK negeri di Jakarta.

"Agar lebih mendapatkan kepala sekolah sebagai leader yang berkualitas, maka akhir tahun ini kami akan mengadakan lelang kepala sekolah yang terbuka untuk semua kalangan pendidikan di DKI Jakarta. Kami mencontoh lelang camat dan lurah dan mengambil pelajaran dari sana," ujar Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto di Gedung Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (12/7/2013).

Menurut Taufik, lelang jabatan kepala sekolah dilakukan untuk memilih pemimpin sekolah secara transparan.

"Kalau dulu kan berasal dari rekomendasi sekolah atau pengawas, saat ini semua terbuka untuk siapa pun yang berprofesi sebagai guru dan terbatas untuk semua yang berkecimpung dalam ruang lingkup dunia pendidikan. Nanti masa jabatan kepala sekolah paling tidak 4 tahun sebelum masa pensiun di umur 60 tahun," tuturnya.

Lelang jabatan kepala sekolah terdiri dari beberapa tahapan ujian. "Akan ada talent mapping, tes potensi akademik, visi misi, tes wawancara, dan psikotes. Lalu ada juga paparan-paparan yang dilakukan secara lebih akuntabel," jelasnya.

Taufik mengatakan, banyaknya jumlah sekolah dari SD hingga SMU di Jakarta membuat proses lelang tersebut akan dilakukan secara bertahap. "SD ada 220, SMP 289 sekolah dan SMU 117 serta SMK sebanyak 63 sekolah," kata Taufik.

Gubernur Joko Widodo beberapa saat yang lalu membuat terobosan baru dengan melakukan lelang jabatan camat dan lurah di DKI Jakarta. Langkah itu dilakukan guna mendapatkan pejabat yang kompeten, juga memberikan kesempatan bagi mereka yang memiliki kapabilitas. Sebanyak 415 lurah dan camat hasil lelang itu telah dilantik Jokowi pada 27 Juni 2013.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rni/nrl)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%