Jumat, 12/07/2013 14:57 WIB

Fee Ditagih, Anggota DPRD Palu Malah Keluarkan Parang

Prins David Saut - detikNews
Halaman 1 dari 2
ilustrasi (ist)
Jakarta - Anggota DPRD Kota Palu, Ishak Cae, mengeluarkan parang saat ditagih fee oleh Andi Buyung Rustam. Sebab Ishak malu karena pertanyaan dilontarkan di areal parkir kantor DPRD Kota Palu .

Dalam putusan kasasi yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Jumat (12/7/2013), aksi Ishak terjadi di areal parkir kantor DPRD Kota Palu pada 26 Oktober 2010.

"Haji, bagaimana dengan fee? Mau dibayar atau tidak? Kalau tidak mau bayar, saya lapor polisi. Kelihatannya kau hanya mau tipu saya," ujar jaksa menirukan kata-kata Andi dalam dakwaannya.

Ditagih dengan cara ini, Ishak pun meminta Andi tidak membuatnya malu di kantor DPRD Kota Palu. Usai peristiwa menagih fee ini, Ishak masuk ke dalam kantornya.

"Tidak lama kemudian terdakwa Ishak keluar dengan membawa sebilah parang sudah tidak menggunakan sarung langsung mendekati saksi Andi dan terjadi kejar-kejaran," tulis jaksa.

Andi lari hingga ke jalan raya dan menjadi perhatian para pengendara yang melintas. Ishak kemudian kembali masuk ke dalam gedung DPRD Kota Palu dan Andi melaporkan kejadian ini ke kepolisian.

"Perbuatan terdakwa Ishak Cae tersebut melanggar ketentuan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 335 ayat 1 KUHP tentang Perbuatan tak Menyenangkan," ujar jaksa.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(vid/asp)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
57%
Kontra
43%