detikcom
Rabu, 10/07/2013 17:13 WIB

Perampok PSK High Class

Mahasiswi Cantik Korban Jhon Weku Masih Trauma

E Mei Amelia R - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Ren dan Des (bukan nama sebenarnya-red) hanya tertunduk ketika hendak diperiksa aparat Subdit Kejahatan dan Kekerasan Polda Metro Jaya. Kedua korban perampokan Jhon Weku di Hotel Harris, Kelapa Gading, Jakarta Utara, itu masih trauma terhadap peristiwa yang mereka alami.

"Saya pengen lihat orang itu, tapi takut," kata Res ketika ditemui wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/7/2013).

Ren terus tertunduk saat ditanya-tanya sejumlah wartawan. Kedua lengannya dilipat ke depan, dibalut sehelai syal. Matanya berkaca-kaca ketika mengenang perampokan yang terjadi pada Kamis, 14 Juni 2013 lalu.

Pun halnya dengan Des. Mahasiswi sebuah universitas di Bandung itu tidak banyak berkata-kata. Rambutnya yang panjang terurai menutupi separuh paras cantiknya.

"Cincin, kalung dan 3 buah handphone saya diambil oleh dia. Termasuk uang yang ditransfer ke rekeningnya," kenang Des.

Des menuturkan, ia sebelumnya tidak pernah mengenal atau bertemu dengan pria asal Manado itu. Gadis berusia 21 tahun itu, bertemu dengan Jhon setelah dikenalkan oleh temannya yang berinisial G.

"G juga nggak pernah ketemu dia. G kenal dia dari temennya lagi," kata Des.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 12.45 WIB

(mei/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%