Detik.com News
Rabu, 10/07/2013 11:55 WIB

Pemboman Kuil Budha India Diduga terkait Konflik Myanmar

ABC Australia - detikNews
Jakarta - Sejumlah analis menilai rentetan ledakan bom di salah satu kuil paling suci agama Budha di India, kemungkinan berkaitan dengan bentrokan antara umat Budha dan Muslim di Myanmar.

Beberapa bom yang dipasang di kuil Maha Bodhi di negara bagian Bihar meledak pada Minggu pagi, melukai dua orang biksu.

Ini adalah serangan bom pertama terhadap umat Budha di India.

Pengamat Dr Acharya Arabinda mengatakan, serangan itu sudah diantisipasi setelah polisi New Delhi memperingatkan para pejabat lokal bahwa Kuil Maha Bodhi berada di bawah ancaman.

"Pada Oktober 2012, polisi New Delhi menangkap beberapa anggota Muhajidin India," kata Dr Arabinda, "Salah satu sasaran mereka adalah kuil ini."


;

Dr Arabinda berpendapat, serangan itu jelas berkaitan dengan bentrokan antara etnik Rohingya yang Muslim dan umat Budha di Myanmar.

"Banyak orang Muslim India pergi ke Bangladesh," katanya. "Mereka sudah tinggal di sana lebih dari 20 tahun sekarang, dan beberapa orang Muslim India itu telah bergabung dengan kelompok-kelompok garis keras."

Kingshuk Nag, editor koran Times of India mengatakan, terdapat beberapa kaitan dengan insiden pemboman itu, tapi masih terlalu dini untuk mengatakan siapa yang bertanggung-jawab.

"Ada yang bilang itu berkaitan dengan Rohingya, jadi ini dipandang sebagai pembalasan," kata Nag. "Lainnya menyebut kelompok teroris Mujahidin India. Ada lagi yang menduga, itu mungkin ulah kelompok-kelompok garis kerasHindu."

Dr Arabinda mengritik pemerintah dan kepolisian India yang dinilai gagal mencegah ledakan itu.

Menurutnya, pemerintah dan kepolisian seharusnya bekerja sama secara lebih efektif untuk mencegah serangan di masa depan.

Abhayanand, kepala kepolisian di Bihar mengatakan, pihaknya belum dapat menegaskan siapa yang bertanggung-jawab atas serangan itu.


(nwk/nwk)

  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
93%
Kontra
7%